Pages

Friday, January 20, 2012

dan rindu itu menganga kembali...

aku merindukanmu ukh..
selalu dan selalu, tiap detik aku tak henti merindukanmu..

dan rindu itu hadir kembali saat melihatmu pagi kemarin..
menyeruak lagi ke permukaan hati, dan kini menganga lebar di relung..

tak kusangka kau masih berkenan menyapaku kemarin,
walaupun kondisinya telah sangat berbeda kini..

aku slalu ingat bagaimana ramainya kita dulu saat masih duduk sebangku di sekolah..
bagaimana histerisnya kita jika bertemu di sekolah,
slalu saling teriak kemudian berpelukan..

bahkan aku masih ingat bagaimana serunya ketika kita membahas berbagai hal,
tentang film, musik, pelajaran, makanan, dan apa saja,
sekedar berangan-angan tentang cita-cita pun kita lakukan..

ah alangkah indahnya masa itu

kita membumi, melangkah bersama,,

kita ciptakan hangat sebuah cerita..

seandainya kau tau, rinduku ini tak pernah main-main..
tak pernah kuhentikan menyebut namamu didalam doa..
tak pernah berhenti pula air mata ini menetes untukmu..

aku merindukanmu ukh..
kami merindukanmu..

ukh,, ingatkah kau tentang secuil memori penting kita?
tentang kelompok lingkaran kecil yang dulu sempat kita bina..

masih ingatkah kau dengan mereka?

seandainya kau tau, bukan hanya aku yang merindukanmu,
mereka juga ukh..
mereka sangat sangat merindukanmu..

bahkan mungkin, kerinduanku padamu tak ada apa-apanya dibanding kerinduan mereka..
tak rindukah kau dengan mereka?

bagi kami, kau adalah cahaya ditengah kegelapan..
kau adalah rindu yang tak terungkap..
kau adalah kekasih kami..

saat duka bersama, tawa bersama,,
satu persatu memori terekam..
dalam api semangat yang tak mudah padam..

merindukanmu mungkin salah,,
mungkin kau tak mau mendengar kata-kata orang tak penting sepertiku,,

tapi hatiku melagukan itu setiap waktu..

hingga kuharap hujan deras menenggelamkanku,
hanyutkanku sampai didepanmu..

memikirkanmu mungkin salah,
tapi otakku suka sekali melakukan itu

semilir diantara penat,
walau perlahan hatiku sakit terlumat,
sadar betapa jauhnya dirimu sekarang sahabat..

mencemaskanmu mungkin salah,
tapi aku akan menyesal jika tak melakukannya..

huff,,
tak maukah kau kembali bersama kami, kawan?
tak maukah kau berjuang lagi di barisan ini?


hei, sejak kapan kita bisa memagari otak kita dengan papan
"rasa rindu dilarang masuk"??

ana syauqi fillah.. :'(

No comments:

Post a Comment

Punya pendapat lain? Ada tanggapan? Atau kritikan?
Yuk, budayakan komen! ;) Mari berbagi pendapat.. :)

Tinggal ketik, post comment! Nggak perlu verifikasi ;D

Google+ Followers

Google+ Badge