Pages

Friday, April 6, 2012

Fluid Administration Techniques

Yak, besok pagi saya akan menjalani skills lab (dan tentunya dengan pretest) tentang pemasangan infus, tapi sampai jam segini masih bingung sama materinya .__. Bukan salah bunda mengandung. Ini salah Block Modules yang beda banget versi bahasa inggrisnya sama versi bahasa indonesianya (jadi bingung mau belajar pake yang mana), jadilah saya mencari protap dari internet (semoga malah nggak tambah ngawur).

Here it is.

A. PERSIAPAN
I. Persiapan Pasien
- Cek perencanaan Keperawatan pasien
- Pasien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
II. Persiapan Alat
- Standar infus
- Ciran infus dan infus set sesuai kebutuhan
- Jarum / wings needle / abocath sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
- Bidai / alas infus
- Perlak dan torniquet
- Plester dan gunting
- Bengkok (nierbekken)
- Sarung tangan bersih
- Kassa seteril
- Kapas alkohol dalam tempatnya
- Bethadine dalam tempatnya

B. PELAKSANAAN
- Dokter cuci tangan
- Memberitahu tindakan yang akan dilakukan dan pasang sampiran
- Mengisis selang infus
 Membuka plastik infus set dengan benar
 Tetap melindungi ujung selang steril
 Menggantungkan infus set dengan cairan infus dengan posisi cairan infus mengarah keatas
 Menggantung cairan infus di standar cairan infus
 Mengisi kompartemen infus set dengan cara menekan ( tapi jangan sampai terendam )
 Mengisi selang infus dengan cairan yang benar
 Menutup ujung selang dan tutup dengan mempertahankan keseterilan
 Cek adanya udara dalam selang
- Pakai sarung tangan bersih bila perlu
- Memilih posisi yang tepat untuk memasang infus
- Meletakan perlak dan pengalas dibawah bagian yang akan dipungsi
- Memilih vena yang tepat dan benar
- Memasang torniquet
- Desinfeksi vena dengan tekhnik yang benar dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus
- Buka kateter ( abocath ) dan periksa apakah ada kerusakan
- Menusukan kateter / abocath pada vena yang telah dipilih dengan arah dari arah samping
- Memperhatikan adanya darah dalam kompartemen darah dalam kateter, bila ada maka mandrin sedikit demi sedikit ditarik keluar sambil kateter dimasukan perlahan-lahan
- Torniquet dicabut
- Menyambungkan dengan ujung selang yang telah terlebih dahulu dikeluarkan cairannya sedikit, dan sambil dibiarkan menetes sedikit
- Memberi plester pada ujung plastik kateter / abocath tapi tidak menyentuh area penusukan untuk fiksasi
- Membalut dengan kassa bethadine seteril dan menutupnya dengan kassa seteril kering
- Memberi plester dengan benar dan mempertahankan keamanan kateter / abocath agar tidak tercabut
- Mengatur tetasan infus sesuai dengan kebutuhan pasien
- Alat-alat dibereskan dan perhatikan respon pasien
- Dokter cuci tangan
- Catat tindakan yang dilakukan

C. EVALUASI
- Perhatikan kelancaran infus, dan perhatikian juga respon pasien terhadap pemberian tindakan

D. DOKUMENTASI
Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap pemasangan infus, cairan dan tetesan yang diberikan, nomor abocath, vena yang dipasang, dan perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

Buat yang lebih rinci dan ada gambarnya, bisa dibuka di :

Prosedur Pemasangan Infus

Btw, catatan ini masih sangaat jauh dari lengkap, harusnya ada tentang pengaturan kecepatan tetesan infus , rumus2, jenis infus, dll, tapi kok daritadi nggak nemu ya.. .__. kalo mau mbaca yang lengkap, bisa dilihat di modul yang bahasa inggris (lagi2 kembali pada modul), tapi kalo mau yang ringkas bisa lihat di modul yg indonesia(tapi isinya beda) #bingung kan? sama -,-"

Selamat belajar buat kita, semoga lulus pretest semua, aamiin O:-)

1 comment:

Punya pendapat lain? Ada tanggapan? Atau kritikan?
Yuk, budayakan komen! ;) Mari berbagi pendapat.. :)

Tinggal ketik, post comment! Nggak perlu verifikasi ;D

Google+ Followers

Google+ Badge