Pages

Sunday, December 29, 2013

Yang Paling Mulia Yang Paling Bercahaya

Di padang mahsyar, manusia berlari-lari mencari 'Abdan Syakuro, Nuh yang penuh syukur..
"Wahai Nuh, berilah syafaat kepada kami.."
Tapi 'Abdan Syakuro berkata, "Bahkan aku pun tidak bisa memohonkan ampun untuk anakku.. pergilah kepada Ibrahim.."

Manusia kemudian berlari-lari lagi, mencari Ibrahim, hamba yang dirahmati.
"Wahai Ibrahim, hamba yang dirahmati.. berilah syafaat kepada kami..".
Ibrahim berkata, "Aku tidak bisa memberikan syafaat kepada kalian, ayahku pun tidak dapat kumohonkan ampunan Allah.. pergilah kepada Musa.."

Pontang-panting manusia-manusia itu berlari mencari Musa, orang yang pernah bicara langsung dengan Rabbnya..
"Musa, wahai Musa.. mohon berikan kami syafaat..kami mohon.."
Musa menggeleng, "Aku sungguh berpikir akan diriku, yang pernah melalukan kesalahan di masa lalu.. pergilah saja kepada Isa putra Maryam.."

Para manusia semakin gontai mencari Isa. Mereka menemukan Isa putra Maryam yang suci. Tapi Isa langsung saja berkata, "Pergilah mencari Muhammad..".

Pada akhir asa mereka mencari Muhammad. Rekomendasi Isa, atas rekomendasi Musa, atas rekomendasi Ibrahim, atas rekomendasi Nuh.. Siapakah Muhammad? seberapa mulia ia?
Manusia menemukan Muhammad, berharap agar mereka memperoleh syafaat surga barang sedikit.
"Yaa Habibi.. Ya Rasulullaah.. berikanlah kami syafaat.. mohon berikanlah kami syafaat..".
Muhammad yang mulia, yang paling bercahaya, namun yang paling rendah hatinya,
"Aku dan nabi-nabi sebelumku..Ibarat sebuah bangunan indah, yang batu batanya belumlah lengkap.. aku ibarat satu batu bata terakhir penyusun temboknya.. kini kuberikan syafaat kepada kalian.."

***
Rasul mencontohkan,,
semakin mulia, mestilah semakin rendah hatinya..
tiada yang bisa disombongkan.. semua cuma titipan. 

*di-re-tell dari cerita ustadz salim a fillah
sumber : http://khansa-khairunisaa.blogspot.com



robbanaa laa tuzigquluubana..
ba'da idz hadaitanaa..
wahablana..
milladunka rahmah.. 
allohumma aamiin.

Friday, December 27, 2013

Pandu Coklat

galau ditengah pengerjaan tugas-tugas..

ngeliat seorang sahabat sliweran pakai baju coklat-coklat itu.....
mbuat jadi KSBB....
sedih dan galau lagi

mendadak keinget waktu dulu masih sering banget aksi
dan terpesona sama baju coklat-coklat untuk yang pertama kali...
kesannya langsung kuat menancap, keren banget ya mbak-mbaknya itu...
keliatan banget aura kekuatan jisminya...
"aaahh kapan ya bisa kayak gitu...." pikir saya dulu.

hingga akhirnya sebuah tawaran itupun datang juga....
tawaran bergabung dengan mereka, pandu coklat-coklat...
yang sayangnya, tawaran itu datang justru bukan pada waktu yang tepat....

tawaran yang awalnya membuat saya sangat bergairah, mendadak justru menjadikan hari-hari saya penuh kegalauan...
menimbang-nimbang,,, berdiskusi sana-sini,,,
hingga akhirnya mbak murobbi di kampus berkata,,
"tak usah dipaksakan... itu ndak wajib kok... lagipula lahan da'wahnya Sasa kan ada sendiri... gabung ke yang satunya saja ya..."

dan akhirnya benar-benar harus berpisah jalan dengan sahabat liqo saya itu....
yah, jalan da'wah seseorang memang sendiri-sendiri kan..

tapi ternyata sampai sekarang saya masih belum bisa move on....
terlebih ketika melihat seragam coklat-coklat itu kembali....

masyaaAllahh.....

Allahumma mushorrifal quluub
shorrif quluubana 'ala tho'atiq

ya Tuhan kami... tuangkanlah kesabaran atas diri kami..
dan kokohkanlah pendirian kami..
dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir...
aamiin

Nama: Sasa
Pekerjaan: Berjuang untuk Move On

Monday, December 16, 2013

Menjadi Ibu yang Menghafal Al-Qur'an

Dikutip dari sebuah catatan blog : http://khansa-khairunisaa.blogspot.com
Semoga menginspirasi :)

.
.
.

Waktu saya masih gadis :D pernah diceritakan sama seorang saudari sholihah yang mengajar di darul quran, seorang muridnya berkata padanya,

"bu, kalau ibu ga hapal quran, kesian loh anaknya nanti.."

waktu denger cerita itu, ya jleb... tapi jleb titik. maksudnya.. oh... gitu ya...
iya sih... kesian. kalau ibunya hapal quran, mungkin pembinaan ruhiyah anak akan lebih baik,,, dibina oleh seorang hafidzoh adalah sebuah prestige bagi seorang anak *pikir saya

tapi kemudian pernyataan sang murid itu akhirnya hadir lagi hari ini.
lebih mudah dipahami karena akhirnya dirasakan sendiri.

ahmad 2 bulan 5 hari (anak beliau, red.) akhirnya dijemur juga secara solo oleh ibunya :D
selama ini yang jemur kalau nggak kakeknya ya abinya *ibunya ngapain aajjjaaa? :D

di debut pertama saya ini,
agak kikuk karena harus berempat mata dengan anak saya sendiri *@#!$%^&$
selama ini juga demikian seringnya sih... tapi nggak tau kenapa sekarang jadi seperti momen yang agak berbeda

karena masih terbawa-bawa pikiran tentang hypnoparenting, tentang ibu (atau guru?) dari muhammad al fatih yang sering mengulang-ulang hadits rasuullah shalallahu 'alaihi wa sallam tentang pembebasan konstantinopel menjelang tidurnya muhammad al fatih,

jadilah saya berusaha melakukan hal serupa pada sunbathing kali ini.

awalnya, saya menyenandungkan bingkai kehidupan ( :( nasib kurang hapalan hadits ny)
kemudian setelah saya (dan ahmad?) bosan, saya lanjutkan dengan mengulang-ulang agar ahmad menjadi ahli masjid, bercerita tentang bangunan pertama yang dibangun ketika hijrah adalah masjid, hikmah dari peristiwa tsb, dsb...
sudah selesai ceritanya,
lanjut bingkai kehidupan lagi :D

Allahu ghayyatuna
arrasul qudwatuna
al quran dusturunaa
al jihad sabiilunaa
al mautu fii sabiilillaah asma amaaninaa
arabnya lirik ini bikin saya tersadar, :D >
ada yang jauh lebih indah untuk disenandungkan...

akhirnya saya lantunkan ayat-ayat quran (yang saya hapal)
pilih-pilih mana yang ingin ditanamkan saat ini.

sudah ini
itu sudah...
apalagi ya...

nah, di titik inilah, langsung terbersit di hati saya...

beruntunglah anak-anak yang memiliki ibu seorang penghapal quran... 

dibersamai dengan mudah oleh lantunan firman terindah...
oleh manusia terdekatnya...

tentu, saya tidak memaksudkan diri bahwa ibu-ibu yang belum atau tidak menghapal quran itu tidak baik.
ibu saya, belum menjadi penghapal quran.
but she is the wonderful one.
teman-teman, saudara, kaka, adik kelas dan tingkat saya, juga banyak yang belum jadi penghapal quran ataupun hapal al quran, tapi mereka adalah inspirator yang hebat bagi saya.

pemikiran ini,
semacam credit bagi para wanita penghapal quran. berbahagialah kalian... sungguh saya iri. baarakallaahu fiikunna.
dan juga semacam contekan gembira,
bagi para gadis ;) ataupun wanita yang belum dibersamai buah hati

waktu itu belum datang,
mungkin agar anak-anak antunna dapat bertemu dengan ibu terbaiknya. pada saatnya :)

dan juga semoga,
tulisan ini dapat menjadi salah satu penyebab datangnya rahmat Allah.
sehingga saya diberikan kesempatan, kemauan, mujahadah,
hingga akhirnya,
sebelum pulang,
firman-firman itu sudah di dalam dada...

aamiiin,
.
.
.
.

Subhanallah ya,,, saya nggak bisa berhenti buat merinding...
Ah,, hafidzoh,,, betapa masih sangat jauh sekali gelar itu untuk diraih... tapi bukan berarti tidak mungkin kan?

Mengingatkan saya mengenai seringnya muncul pertanyaan yang mengusik hati : 
"kapan punya anak? kapan hamil?"

Dan mungkin tulisan di atas bisa menjelaskan salah satu alasannya...
"wanita yang belum dibersamai buah hati... waktu itu belum datang,,
mungkin agar anak-anak antunna dapat bertemu dengan ibu terbaiknya. pada saatnya :)"

Ahh... maafkan bundamu ini jika menjadi penunda dirimu untuk hadir di bumi Allah ini sayang....
bunda janji untuk segera memenuhi hakmu,, doakan bunda dan ayahmu selalu ya...
inshaa Allah kita akan berjumpa di waktu dan saat terbaik, sayang.... :""

"...Dan barang siapa yang mempelajarinya (Al Qur'an) kemudian ia tidur dan di dalam hatinya terdapat hafalan Al-Qur’an adalah seperti tempat air yang tertutup dan berisi minyak wangi misik.” (HR Tirmidzi)

Thursday, December 5, 2013

私の親友

Di antara berbagai sms yang mulai menghujani HP ketika di kampus....
"Rapat hari ini jam....." "Jatah editan kuliah hari ini ......" "Para PH wajib kumpul di ... jam..."
"Deadline ngoreksi materi ....." "Jangan lupa LPJ dikumpulkan pada ..."
dan lain-lain yang hampir senada... 

SMS paling menyejukkan tetap ini :
"Hari ini sudah mengaji dan muroja'ah belum ukh? Jangan lupa nanti setoran yaa.. :)"

Ahh... anti itu memang deh.... sahabat paling super duper subhanallaah... >.<

Walaupun jumlah setornya masih kalah jauuh bangett sama anti,,
tapi alhamdulillah paling nggak jadi selalu ada yang bisa disetor setiap harinya kalau di kampus...

Sahabat selamanya ya,,, semoga bisa bersama sampai besok di syurgaNya... :""

Ana ukhibbuki fillah ukhty,,, :""***


Monday, December 2, 2013

Arruhul jadid...

setelah hari yang panjang....

Arruhul jadid fi jasadil ummah 
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

malam ini,
masih dengan meja belajar yang bersebelahan,
dengan pandangan tetap menatap layar laptop masing-masing,
dan dengan segala pikiran yang bercabang..

Kami petualang mencari kebenaran
Mencari makna serta hakikat manusia
Kami berjuang menegakkan kehormatan
Hidup mulia atau mati sebagai syuhada..

ah, berdua denganmu memang tak akan pernah membosankan, Sayang...

Kami berbekal alquran hakiki 
Meneruskan cita dan risalah para nabi 
Kami sandang julukan generasi ghuraba
Biar saatnya datang kami pimpin dunia...

meski hanya bisa bertemu sejenak,
dan masih diselingi banyak sekali hal,
tapi  in shaa Allah akan selalu ada banyak doa malaikat di sana kan,, :""

Kami serahkan semua hidup pada Alloh
Kami tekadkan tuk ikuti rasulullah
Usung panji ilahi iman kuat membaja

Hadapi tirani bebaskan umat dunia...


*Malam syahdu, dengan dua cangkir kopi dan alunan nasyid Ar-Ruhul Jadid
in shaa Allah akan bersama ke syurga... :""

Google+ Followers

Google+ Badge