Pages

Thursday, April 26, 2012

Serunya Sekolah di SMA Negeri 1 Yogyakarta

Bismillahirrohmanirrohim,

Kehidupan SMA sudah di depan mata, tapi masih galau mau SMA di mana? Di SMA Negeri 1 Yogyakarta aja. Soalnya sekolah yang terkenal dengan nama teladan ini punya begitu banyak acara yang seru. Mulai dari program-progam umum, kesibukan organisasi, lomba di sana-sini, belajar rame-rame, hingga kesibukan dalam hal agama. Sibuk kan? Tapi di situlah serunya. Mungkin kamu sudah sering dengar gossip tentang SMA Teladan ini, mari di bahas satu persatu.

‘Kemana-mana bawa buku, kerjaannya hanya belajar’, Gossip ini mungkin bisa dibilang benar. Masalah bawa buku pelajaran, kami sebagai anak-anak SMA Teladan ini memang suka bawa buku. Tapi bukunya tidak selalu buku pelajaran. Mulai dari catatan kajian rutin, shirah nabawiyah, novel, komik, majalah, hingga buku pelajaran  yang tebal atau buku catatan kegiatan organisasi. Soalnya di SMA ini kegiatan membaca dan berbicara di depan umum memang sudah dibiasakan. Bahkan sering ceramah jumat diisi oleh anak-anak. Tiap sehabis sholat fardhu kecuali shubuh pun juga ada pembacaan hadits di masjid. Masalah kerjaannya hanya belajar, kami memang sibuk belajar. Mulai dari belajar main musik, membuat robot, menulis, adzan, mengaji, ceramah, hingga belajar main futsal dan belajar berorganisasi. Bukan sekedar belajar untuk ulangan hari esok saja.

‘Islami banget, bisa kena paham teroris’, Inilah gossip yang paling keren. Awalnya pujian, diakhiri dengan sangkaan tak berdasar. Tapi inilah yang spesial dari SMA Teladan. Kamu akan menemukan sebuah atmosfer baru hasil perpaduan antara keberagaman, nasionalisme, dan Islam yang bertujuan untuk menciptakan keteladanan. Bahkan dalam hal agama Islam, SMA ini dianggap lebih islami dari muhammadiyah dan pernah mendapatkan julukan SMA Muhammadiyah Negeri 1 Yogyakarta. Setiap dua minggu sekali, biasanya akan ada kajian rutin di aula. Ustadnya pun keren-keren. Selain itu, tiap hari jumat juga akan ada pendampingan yang sebagai sarana diskusi dan menimba ilmu islami. Pokoknya keren deh! Masalah paham teroris, kamu enggak perlu khawatir. Kakak-kakak kelas dan alumni yang menjadi kakak-kakak pendamping InsyaAllah  tidak ada yang teroris. Meskipun sempat ada opini tentang alumni yang menjadi teroris, itu bukanlah hal yang perlu ditakuti, karena alumni tersebut mendapatkan ilmu untuk menjadi teroris bukan dan dari SMA Teladan. Jadi SMA Negeri 1 Yogyakarta insyaAllah bersih dari paham teroris.

‘Enggak seru, tidak ada geng. Kalaupun ada juga adanya geng pencari kajian’, Memang sih, SMA Negeri 1 enggak punya geng yang kerjaannya tawuran. Tapi justru hal ini menjadi incaran 2 kaum lulusan SMP. Yang pertama adalah kaum pelajar idaman yang anti tawuran dan mungkin ingin terhindar dari klithik dan kegiatan ngedrop dari SMA lain. Sedangkan kaum yang satu lagi adalah kaum yang ingin tobat dari rutinitas tawuran masa SMP. Ini fasilitas Teladan yang paling keren. Fasilitas tobat demi masa depan cerah. Masalah ilmu agama bisa ditanyakan dengan guru agama atau kakak kelas yang lebih paham. Atau juga bisa ditanyakan saat pendampingan hari jumat. Selain itu, kamu juga bisa menemui teman-teman pemburu kajian. Itu lho, anak-anak yang suka pergi ke kajian di sana-sini untuk memperdalam ilmua agama. Pokoknya Teladan itu SMA yang keren sekaligus bisa dijadikan tempat tobat.

Nah, mungkin ketiga gossip itulah yang paling sering adik-adik dengar. Sekarang kita akan beralih ke kegiatan harian di Teladan yang seru dan unik.

‘Jualan dari kelas ke kelas’, Sudah menjadi kesibukan tersendiri bagi para Danus (sie Dana Usaha) untuk mencari duit. Biasanya sih, mereka bakal datang ke kelas-kelas untuk berjualan. Mulai dari stiker, jajanan, hingga kaos. Tak ketinggalan pula pin-pin yang keren. Untuk urusan pin, biasanya Danus dari Rohis yang menguasai. Mungkin karena desainnya bagus dan berbau Islami kali ya,

‘Sholat dhuha rame-rame’, Inilah rutinitas harian yang sudah menjadi warisan turun-temurun dari para alumni. Selain kantin, masjid juga menjadi tempat kumpul anak-anak Teladan saat jam istirahat pertama. Biasanya mereka baru pergi ke kantin setelah sholat dhuha atau ngobrol rame-rame di sekitar masjid. Atau bisa juga langsung ke kelas dan menunggu datengnya para Danus.

‘Buka puasa rame-rame dan gratis’, Inilah kegiatan para pecinta puasa. Di Teladan, berpuasa tidaklah menjadi hal yang terlalu berat. Selain banyak temennya, kamu enggak perlu khawatir dengan makanan dan minuman untuk berbuka.
Ini karena angkringan depan sekolah sudah memberi fasilitas super keren, gratis buka puasa untuk hari senin dan kamis. Selain ngirit uang saku, juga bisa dapet pahala pula.

Mungkin hanya ini yang bisa disampaikan oleh selembar kertas. Kalau ada pertanyaan, langsung saja tanya dengan anak-anak Teladan. Selamat memilih SMA ya. TUC, Byureee!

Jazakumullah khoiran katsiro.

~buletin TUC 2012~

Monday, April 23, 2012

KOAS MUDA : bikin ketagihaaaann ^__^

Wuaaaa happy happy :D
Saya sedang bahagia nih, ehehe ^^

Alhamdulillah kemarin sabtu telah melalui ujian OSCE blok5 dengan selamat sentosa dan sukses, ditambah dengan pengalaman jadi koas muda seharian ini yang bener-bener subhanallahh, rasanya hidup saya udah komplit :D #lebay banget wkwk.

Sebenernya banyak cerita tentang ujian OSCE kemarin, dan beberapa hal bodoh yang sempat saya lakukan (tapi untungnya pas itu dokternya nggak sadar, whehe). Tapi kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang koas muda dulu, cerita tentang ujiannya besok kapan-kapan aja yaa :p

Hari ini dapat kesempatan buat jadi koas muda di sebuah RSUD (*koas muda* itu sebutan buat mahasiswa kedokteran yang masih kuliah tapi magang di RSUD, kalo yang udah lulus S1 kedokteran itu baru namanya *koas*, nggak pake *muda*.)

Kumpul jam 6 di kampus (udah dibelain berangkat dingin-dingin, ternyata pada ngareet -,-), berangkat ke lokasi hampir jam 7, untung sampai di sana masih jam 8 kurang. Setelah sampai di RSUD, kami kayak orang ilang gitu nyariin ruang Diklat buat nyerahin surat pengantar dari kampus. Salahnya, pas itu kami belum ada yang make jas, jadi malah disangka pasien atau keluarga yang mau njenguk orang --"

Singkat cerita, akhirnya ketemu juga itu ruang Diklatnya. Kami masuk, disambut sama Bu Marni, trus habis itu diserahin ke Dr. Ana buat absen sama dibagi kelompoknya+dokter pembimbingnya siapa. Setelah itu kami langsung makai jas dan menuju bangsal masing-masing sesuai pembagiannya tadi. Saya sekelompok dengan Erlina dan Aji, dapat jatah untuk berada di bangsal Mawar.

Sampai di bangsal Mawar masih sepii banget (bahkan pintunya aja tadi masih tutupan) dan cuma ada seorang koas dan beberapa perawat disana. Trus sama Bu Marni kami diserahin ke koas yang ada disana. Nah lho. Sempat suudzon juga awalnya, soalnya waktu itu koasnya ngeliatin kami tu agak sinis gimanaa gitu. Akhirnya kami ngajak kenalan duluan, sok kenal sok dekat. Dan ternyata,,, koasnya itu baaaiikk bangeettt. Namanya Mas Adhi, udah jadi koas disana selama 1,5 tahun.

Pertamanya Mas Adhi tanya kita kesana tu buat nyari kasus apa aja, trus saya njelasin kasus-kasus yang harus dicari, dan Mas Adhi malah membagi banyaaak ilmunya ke kami (termasuk ilmu-ilmu yang beliau dapat waktu jadi koas disana) *padahal beliau waktu itu lagi repot banget ngrampungin setumpuk rekam medis, tapi masih mau-maunya nyambi sambil njawab semua pertanyaan-pertanyaan kami. Baik banget deh beneran.

Udah lama ngobrol, trus Mas Adhi ngomong ke kami "mau nyoba meriksa pasiennya pa? mumpung dokternya belum datang"
Mata kami membelalak bahagia, "beneran boleh?? mau mau mauu"
"Boleh aja, yuk kalian ikut saya. Kalau dokter itu namanya visite, kalo koas itu namanya follow up. Follow up harus dilakukan koas sebelum dokternya datang"

Kami ngangguk-ngangguk aja *maklum, anak baru. Trus kami ngikutin Mas Adhi masuk ke kamar nomor 6, daaan di kamar itu kedua pasiennya punya penyakit yang sesuai sama kasus yang kami butuhin. Aaaaa seneng bangeet :D Kami disana cuma ngeliatin Mas Adhi ngecek kondisi pasien-pasiennya sih, tapi beberapa kali saya nyoba buat tanya-tanya juga ke pasiennya, hihi, sok jadi koas beneran ^^

Selesai kunjungan ke 2 kamar, Mas Adhi bilang kalo mau nglanjutin ngerampungin rekam medis lagi. Kami ikut lagi deh balik ke meja yang tadi. Lamaa gitu dokternya belum dateng-dateng juga, dan kami bosen ngeliat Mas Adhi mbolak-mbalik setumpuk kertas itu, akhirnya kami tanya boleh nggak kalo kami ke pasien yang tadi dan tanya-tanya lagi. Dan sama Mas Adhi dibolehiin :D yuhuuy.

Langsung deh kami lari ke kamar yang tadi, cuma bertiga doang, nyari pasien yang kira-kira masih bisa diajak ngobrol (dan pilihan jatuh ke seorang pasien bapak-bapak 40tahuan) trus kami tanya-tanya buanyaaak bangett. Lagi asyik tanya-tanya, saya nggak sengaja noleh ke luar kamar dan mendadak ngeliat Mas Adhi lari-lari dan nyoba neriakin kami dengan isyarat "deek dokternya udah dateeeng" *dueer

Akhirnya saya buru-buru pamit ke pasien yang sedang saya tanya-tanyai itu dan kami langsung cuuss lari nyusul Mas Adhi. Dokternya udah dateeeng bro,, dan udah mulai visite *gubrak. Untung masih pasien pertama.

Dan disinilah awal semua cerita seru dalam kisah hari ini .__.

Pas visite di pasien ketiga kalo nggak salah, dokternya tanya ke Mas Adhi, "pasiennya ada hepatomegaly nggak?"
Mas Adhi njawab "dari pemeriksaan fisik nggak ada dok"
Trus dokternya mbuka-mbuka kertas lab, "ini apa? Nilainya aja udah naik drastis gini, pasti pasiennya udah ada hepatomegaly. Coba kamu periksa fisik lagi."

Daaan itu kayaknya Mas Adhi emang buru-buru, atau emang belum selesai mbuka baju si bapak pasien itu, mendadak dokternya bilang "apa itu?? SAYA NGGAK PERNAH NGAJARIN MERIKSA PASIEN KAYAK GITU! Itu namanya dokter bodoh!! Seburuk apapun penyakit pasien, semenjijikkan apapun, mau dia ada kusta atau penuh nanah, TETAP HARUS BERSENTUHAN DENGAN KULITNYA! yang sopan!!"

Jedeeer,, saya syok permisaa .__. oke, emang mengagetkan sih, lalu saya dan teman-teman diam ceklep, penunggu pasien pada noleh semua. Tapi mas Adhi keliatan biasa aja, trus langsung mbuka baju bapaknya itu dan nglanjutin pemeriksaan. *kayaknya emang beneran belum selesai mbukanya deh itu tadi, tapi dokternya udah keburu berkomentar.

Saya deep breathing buat nenangin jiwa. Tapi ternyata itu belum berakhir, perjalanan masih panjaang kawan. Kami lanjut lagi ke kamar-kamar yang lain (ada banyaak bangeet pasien yang kami visite, sekitar 25 mungkin .__.), dan di beberapa tempat kejadian pertama tadi terulang lagi.

Kayak misalnya mendadak dokternya tanya ke Mas Adhi, "ini kemarin kamu kasih obat apa? Kok belum sembuh-sembuh?" Mas Adhi menyebutkan sebuah obat. Lalu dokternya bilang "makanya, kamu tu kalau mendiagnosa tu yang bener, biar ngasih terapinya juga bener, dan pasiennya bisa cepet sembuh. Lha kalo kayak gini caranya kasian pasiennya nggak sembuh-sembuh gara-gara kamu." dan lagi-lagi itu ngomongnya didepan pasiennya,, oh Tuhaan.. .__. *nggak tega ngeliat wajah pasiennya yang menatap kosong Mas Adhi

Tapii, dokternya itu bisa keras kayak gitu karna emang beliau itu kereeen bangett. Beliau bener-bener cak-cek meriksa pasien, bisa nganalisis+ndiagnosa dengan cepet dan akurat, dan nggak ada satupun detail yang terlewat dari beliau. Setiap ada perubahan gejala sedikit aja, beliau langsung bisa ngganti terapinya dan menyarankan terapi lain yang udah dipikirkan komplikasinya buat organ yang bermasalah. Pokoknya TOP BEGETEE.. saya ngefans banget sama beliau.

Sempat juga ada seorang pasien yang sama dokternya dikasih treatment pakai obat, lalu koas tanya "Dok, kenapa nggak diberi injeksi saja?"
Trus dokternya bilang pelan, "dibaca lagi ya yang bab tentang insulin, dipelajari yang bagian perbedaan injeksi dengan obat yang saya beri, lalu besok kita diskusikan bersama" Aaaa soswiittt *__*

Trus kenapa dong kok tadi beberapa kali beliau sempet bersuara tinggi? Ternyata beliau itu habis dari ruang ICU, dan katanya disana beliau ketemu pasien yang ngeyeel banget, trus jadinya ngerusak mood beliau pagi ini sampai-sampai beliau kena vertigo, gitu. Haha, epic is epic .__. Selesai mengunjungi semuaa kamar di bangsal, kami minta tandatangan dokternya buat buku laporan kami, trus dokternya pamit pindah mau visite ke bangsal selanjutnya.

Pas dokternya udah nggak ada, saya tanya ke Mas Adhi, "kok tadi sempat dimarahin gara-gara njenengan belum selesai ngefollow up semua pasien? Emang harusnya dari jam berapa?"
Mas Adhi ketawa mringis, "harusnya dari jam 4 pagi dek, tapi tadi saya kesiangan, semalam nonton bola, jadinya tadi baru sampai RSUD jam 8"

HA.HA.HA. berarti bener-bener harus siap jiwa raga mental nih kalo jadi koas beneran besok .__.

Tapi overall,, hari ini SERUU BANGEEET. Beneran deh. NAGIH BANGET. Pingin banget rasanya tiap minggu bisa koas muda (tapi nggak mungkin, haha). Soalnya rasanya beda lho, ngehadepin pasien palsu+dokter pas ujian OSCE, sama ngehadepin pasien beneran di rumah sakit itu bener-bener nggak sama. Kalo ujian OSCE, paling cuma deg-degan takut salah tindakan dan nilainya ada yang kurang. Tapi kalau ngehadepin pasien asli itu,, harus siap sama segala curcol yang nggak terkontrol, lalu kondisi fisik yang mungkin nggak semua orang bisa tahan buat ngadepin itu, ditambah lagi mata penuh harap mereka yang ngeliat kita seolah-olah kita itu malaikat penolong yang dikirim Allah. Beban mentalnya....

The last, makasih buat RSUD Muntilan,, buat dokter Prima yang kereen bangeet, buat Mas Adhi yang udah mau capek-capek mbimbing kami, dan juga buat perawat-perawat yang ramahnya subhanallah :D Nggak nyesel deh koas muda disini, pantesan pada rebutan pingin koas di RSUD Muntilan *dan kelompok kami yang beruntung :p hihi

Oya hampir lupa, koas muda hari ini ditutup dengan sebuah kata-kata super keren dari Dokter Prima pas beliau lagi tandatangan buku laporan kami, "belajar yang bener ya, besok kalian harus jadi dokter yang ahli. Jadi dokter itu nggak boleh kalau cuma buat sombong atau nggaya :)"
Wuaa aamiin dookk,,, we love you so much! :'D

Wednesday, April 18, 2012

keep calm and focus!

Trek trek treeek...
Saya sedang pusing pemirsa.. haha.

Alhamdulillah dikasih kesempatan libur hari ini (karna kelompok A sedang dapat jatah untuk koas muda, jadi kelompok yg lainnya libur, hoho). Tapi itu nggak berefek banyak, karna toh besok tetep kuliah. Dan besoknya lagi full + tutorial. Dan besoknya lagi udah ujian OSCE.

Ya, ujian OSCE blok 5 teman-temaans. Kenapa waktu begitu cepat berlaluu T__T perasaan baru kemarin deh ujian OSCE blok 4 .__.

Dan setelah ujian OSCE, besoknya saya harus koas muda di RSUD Muntilan, saya sampai bingung harus belajar darimana -___-

Dan seharusnya hari ini sudah saya jadwal dengan sangaat rapi,, pagi-siang mau belajar OSCE bareng sama ifa, trus sorenya renang bareng buat refreshing, lalu malamnya ngerjain tutorial, laporan, sama belajar buat koas muda.

Tapi yang terjadi justru :
- pagi masih ngelanjutin laporan biokim yang kemarin belum rampung
- siang malah mainan piano sama ifa
- sore hujan deras dan nggak jadi renang, akhirnya ngerjain laporan aja di rumah
- malem nyari bahan tutorial dan ternyata banyak banget materinya --"

itu artinya, saya belum prepare sama sekali buat ujian OSCE dan koas muda -,- Tuhan tolong Baim... .__.

Akhirnya mencoba membenahi jadwal dengan janjian sama temen-temen buat belajar OSCE besok siang, tapi terpaksa gagal semua karna saya ingat besok ada PAI dan juga harus ngelab buat ngurusin PKM .__. subhanallah, #guling-guling

*ini juga ngapain coba saya malah mampir ngeblog gini? hahaha #plak

Yok mari lanjuut lagi.. alon-alon sing penting kelakon :D
Sukses itu ada di ujung ikhtiar kita kok ;D

Friday, April 6, 2012

Fluid Administration Techniques

Yak, besok pagi saya akan menjalani skills lab (dan tentunya dengan pretest) tentang pemasangan infus, tapi sampai jam segini masih bingung sama materinya .__. Bukan salah bunda mengandung. Ini salah Block Modules yang beda banget versi bahasa inggrisnya sama versi bahasa indonesianya (jadi bingung mau belajar pake yang mana), jadilah saya mencari protap dari internet (semoga malah nggak tambah ngawur).

Here it is.

A. PERSIAPAN
I. Persiapan Pasien
- Cek perencanaan Keperawatan pasien
- Pasien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
II. Persiapan Alat
- Standar infus
- Ciran infus dan infus set sesuai kebutuhan
- Jarum / wings needle / abocath sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
- Bidai / alas infus
- Perlak dan torniquet
- Plester dan gunting
- Bengkok (nierbekken)
- Sarung tangan bersih
- Kassa seteril
- Kapas alkohol dalam tempatnya
- Bethadine dalam tempatnya

B. PELAKSANAAN
- Dokter cuci tangan
- Memberitahu tindakan yang akan dilakukan dan pasang sampiran
- Mengisis selang infus
 Membuka plastik infus set dengan benar
 Tetap melindungi ujung selang steril
 Menggantungkan infus set dengan cairan infus dengan posisi cairan infus mengarah keatas
 Menggantung cairan infus di standar cairan infus
 Mengisi kompartemen infus set dengan cara menekan ( tapi jangan sampai terendam )
 Mengisi selang infus dengan cairan yang benar
 Menutup ujung selang dan tutup dengan mempertahankan keseterilan
 Cek adanya udara dalam selang
- Pakai sarung tangan bersih bila perlu
- Memilih posisi yang tepat untuk memasang infus
- Meletakan perlak dan pengalas dibawah bagian yang akan dipungsi
- Memilih vena yang tepat dan benar
- Memasang torniquet
- Desinfeksi vena dengan tekhnik yang benar dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus
- Buka kateter ( abocath ) dan periksa apakah ada kerusakan
- Menusukan kateter / abocath pada vena yang telah dipilih dengan arah dari arah samping
- Memperhatikan adanya darah dalam kompartemen darah dalam kateter, bila ada maka mandrin sedikit demi sedikit ditarik keluar sambil kateter dimasukan perlahan-lahan
- Torniquet dicabut
- Menyambungkan dengan ujung selang yang telah terlebih dahulu dikeluarkan cairannya sedikit, dan sambil dibiarkan menetes sedikit
- Memberi plester pada ujung plastik kateter / abocath tapi tidak menyentuh area penusukan untuk fiksasi
- Membalut dengan kassa bethadine seteril dan menutupnya dengan kassa seteril kering
- Memberi plester dengan benar dan mempertahankan keamanan kateter / abocath agar tidak tercabut
- Mengatur tetasan infus sesuai dengan kebutuhan pasien
- Alat-alat dibereskan dan perhatikan respon pasien
- Dokter cuci tangan
- Catat tindakan yang dilakukan

C. EVALUASI
- Perhatikan kelancaran infus, dan perhatikian juga respon pasien terhadap pemberian tindakan

D. DOKUMENTASI
Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap pemasangan infus, cairan dan tetesan yang diberikan, nomor abocath, vena yang dipasang, dan perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

Buat yang lebih rinci dan ada gambarnya, bisa dibuka di :

Prosedur Pemasangan Infus

Btw, catatan ini masih sangaat jauh dari lengkap, harusnya ada tentang pengaturan kecepatan tetesan infus , rumus2, jenis infus, dll, tapi kok daritadi nggak nemu ya.. .__. kalo mau mbaca yang lengkap, bisa dilihat di modul yang bahasa inggris (lagi2 kembali pada modul), tapi kalo mau yang ringkas bisa lihat di modul yg indonesia(tapi isinya beda) #bingung kan? sama -,-"

Selamat belajar buat kita, semoga lulus pretest semua, aamiin O:-)

Google+ Followers

Google+ Badge