Pages

Friday, December 10, 2010

Hujan, ijinkan aku bercerita..

-hanya mencoba membuat cerpen :)

Entah mengapa aku kadang menunggu sesuatu ketika langit mulai terlihat muram. Bukan cerahnya yang aku nanti, ataupun kembalinya langit membiru ceria. Tapi aku sedang menunggu datangnya hujan.

Ya, hujan.

Aku rindu dengan bulir-bulir kecilnya yang perlahan jatuh melukis lingkaran-lingkaran basah di atas tanah. Atau kadang membentuk kristal yang menggantung di ujung dedaunan. Aku rindu ketika hujan mulai menari meliuk-meliuk beraturan -walau tak jarang iramanya terdengar lebih gemuruh di ujung genteng.

Tapi bagiku itulah keindahan.

Gemuruhnya adalah ketenangan bagiku dan aku selalu rindu akan hujan.

Semenjak aku kanak-kanak, hujan adalah saat yang paling dinanti. Menatap angkasa yang kelabu, berarti siap untuk berlari menjemput hujan. Berkejaran dibawah siramannya yang kadang menggelitik permukaan tubuh. Lalu menyusuri alirannya hingga ke sungai-sungai yang nampak tak jernih, tapi alirannya begitu berirama walau kadang tertelan gemuruh.

Aku selalu merindukan hujan. Bukan hanya karena dia mampu menghadiahkan keindahan pelangi kala berpadu dengan mentari. Tapi hujan juga mampu memberikan ketenangan dan kedamaian. Hujan adalah teman yang setia untuk merangkai kisah dan cerita. Hujan menganugerahkan begitu banyak inspirasi.

Dan bagiku, hujan bahkan lebih dari sekedar teman untuk merangkai sebuah kisah. Ia adalah saksi bisu semua kisah ini, yang entah bagaimana, juga menjadi alasan kisah ini harus bermula..

Teringat olehku setahun silam, saat hujan mempertemukan kita yang tak mengenal, menjadikan awal sebuah kisah menyedihkan ini..

Teringat pula olehku, saat kau berdiri dengannya di pelaminan, serasi mengenakan pakaianan serba hijau pupus, tergamit dengan mesra oleh lelaki yang selama ini menghiasi bunga tidurku..

Ah, aku tak yakin kau mengingatnya sedetail otakku merekam kisah ini, kisah yang bahkan harus kurutuk karna terus terkenang.

Adakah hati yang lebih lara,

ketika mendapati raganya

mulai tersudut oleh keriuhan malam?


Adakah jiwa yang lebih kesepian,

ketika bisiknya mulai tersesat

di sekat-sekat keheningan waktu..?

-to be continue

6 comments:

  1. yang tentang hujan apik :D
    aku suka hujan :D

    ReplyDelete
  2. iyaa, aku juga suka banget ma hujan :D

    hua cerpennya nggak dikomen. jelek ya mbak? :'(

    ReplyDelete
  3. keren2,..
    jadi teringat cerita thomas alfa edison saat hujan tiba ,
    ia berkata, "langit menangis".
    begitu tertariknya dia dengan hujan..
    begitu indahnya kuasa-Nya,.

    ReplyDelete
  4. El Ren
    Hujan.....
    Hujan membuat shalat dan doaku lebih khusyuk,
    membuat tidurku lebih lelap, membuat makanan yang kumakan lebih terasa nikmat, membuatku lebih bersyukur atas pakaian hangat yang kukenakan dan rumah tempatku berteduh :)
    Mungkin karena saat itulah Allah mengirim malaikat Mikail untuk menurunkan rahmatNya ke bumi...

    ReplyDelete
  5. El Ren
    Hujan.....
    Hujan membuat shalat dan doaku lebih khusyuk,
    membuat tidurku lebih lelap, membuat makanan yang kumakan lebih terasa nikmat, membuatku lebih bersyukur atas pakaian hangat yang kukenakan dan rumah tempatku berteduh :)
    Mungkin karena saat itulah Allah mengirim malaikat Mikail untuk menurunkan rahmatNya ke bumi...

    ReplyDelete
  6. @anonim : ini Yuni Purwanti ato Atika Rahmadini ya? (thinking)
    nice words :D mungkin nanti bisa tak tambahkan (evilsmirk)

    ReplyDelete

Punya pendapat lain? Ada tanggapan? Atau kritikan?
Yuk, budayakan komen! ;) Mari berbagi pendapat.. :)

Tinggal ketik, post comment! Nggak perlu verifikasi ;D

Google+ Followers

Google+ Badge