Pages

Thursday, December 9, 2010

dunia ketigaku .. -PART2

ehm ehm, berhubung banyak pembaca setia yang menyuruh saya melanjutkan kisah di post sebelumnya, jadi, silahkan disimak kelanjutannya.. :D *kayak apa aja*
-----------------------------------------------------------------------------------------------

"Siapa tau jodoh dek.."

Jeder. Pagi mulai menjadi suram.
"Waduh. Maksudnya apa itu mbak? Adakah suatu keperluan sehingga aku berkewajiban untuk mengenalnya?"

"Lho, kan seperti yang mbak bilang tadi adek,, siapa tau jodoh.. Lagipula, masnya itu sudah siap secara finansial juga, jadi mbak pikir, apa salahnya kalo dek sasa berkenan.."

Mendung. Gludak gluduk.
"Wew wew. Duh. Tapi aku yang nggak siap mbak.. Diriku kan masih SMA, masih terlalu muda, polos, dan imut-imut.." (haha, bagian polos dan imut-imut cuma tambahan ^_^v)

"Lho, kan menikahnya nggak pas kamu SMA dek sasa.. Makanya itu, kalian kenalan dulu, nanti kalau misalkan adek belum siap, ya masnya bisa mbak minta buat njagain adek dulu beberapa taun.."

"Tapi tapi, aku -dan orangtua- pingin aku menikahnya kalau udah lulus S1 mbak, yah, minimal udah jadi koas lah mbak.."

"Iya,, mbak ngerti,, mungkin orangtua dek sasa bilang kayak gitu karena takut kalau-kalau pernikahannya nanti ngganggu studi adek.. Makanya, kebetulan, kan masnya juga kedokteran.. Jadi nanti insyaAllah bisa membantu adek dalam studi selama kedokteran.."

Mentari sembunyi -takut dengan cemberutku sepertinya.
"Tapi tapi tapii, kalau misalkan ya mbak, ternyata aku udah ada rasa sama seorang ikhwan, trus gimana? Sedangkan sama masnya ini kan aku belum tau apa-apa, nggak kenal sama sekali.."

Mbak A senyum. "Sekarang tinggal bagaimana niat adek semula dalam pernikahan.. Menikah itu sebenarnya untuk apa? Apa cuma buat membangun sebuah keluarga? Enggak dek, lebih dari itu,, menikah itu untuk ibadah, untuk membangun peradaban masyarakat yang lebih baik, untuk bersama-sama melanjutkan dakwah kepada masyarakat..

Adek jangan sampai terkecoh sama 'rasa' ke ikhwan lain yang mungkin adek anggap sebagai perasaan hati yang paling murni, bisa jadi 'rasa' itu justru muncul akibat dari setan yang sedang bermain-main dengan hati dek sasa..

Dek,, seharusnya, kita bukanlah menikahi orang yang kita sukai, tetapi kita menyukai orang yang kita nikahi.. Itulah maksud pacaran sesudah pernikahan.."

Menunduk dalam.
Mbak B nimbrung, "Tapi A, memangnya nggak terlalu muda ya buat dek sasa? Dek sasa kan masih kecil.."

Mbak A senyum lagi, "Lho, dek sasa itu udah dewasa lho.. Lebih dewasa dari aku sama kamu malah. Dia termasuk dewasa banget kalau di usianya dia.."

Menunduk lebih dalam.
"Tapi mbak,, kita kan juga nggak tau kan siapa jodoh kita.."

"Dek sasa,, kita tau jodoh-atau-nggak jodoh itu bukan sewaktu khitbah dan proses lamaran, tetapi sewaktu akad nikah.. Kalau misalkan dek sasa udah nerima lamaran masnya, lalu 5 menit sebelum pernikahan tiba-tiba masnya meninggal atau gimana, itu tandanya dek sasa memang bukan jodohnya mas itu.."

"Trus kalo ternyata pas akad nikah masnya nggak kenapa-kenapa gimana mbak??" (berdoaku kok jelek banget ya -__-)

"Ya berarti adek jodoh dong sama masnya.."

"Wee. Tapi kalo sebenernya nggak jodoh gimana jal mbaak?" (mulai berubah jadi anak kecil)

"Adek,, semua itu tinggal bagaimana ikhtiar adek dalam menjaga rumah tangga adek, menjaga suami, dan menjaga diri adek sendiri.. Lagipula, jodoh kita sebenarnya itu kan di akhirat.. Kalo masnya memang bukan jodoh adek, insyaAllah nanti di surga dek sasa ditemuin sama jodohnya adek kok.. :) "

"Tapi mbak.." menghela nafas beraaat banget.

"Gini aja.. Sekarang dek sasa fokus ujian dulu,, dek sasa lulus dulu.. Nah, setelah adek lulus dan tau keterima di universitas mana, kita bicarakan lagi obrolan kita ini.. Nanti biar mbak yang ngomong ke masnya itu.. Gimana dek?"

"Hmm.. Terserah mbak aja deh.." udah lemes banget aku.

Conversation closed. -_-

13 comments:

  1. -aDhang-

    wuish !
    apik , gini wae, kok ndak mbaknya aj yg nikah sm masnya...
    kan dah kenal deket, dah tau lama, ya kan?
    yg tau masnya kyk gmn, baik buruknya...

    trus ketok le mekso bianget...
    oya yg kata mbak A : "Adek jangan sampai terkecoh sama 'rasa' *ke ikhwan lain* yang mungkin adek anggap sebagai perasaan hati yang paling murni, bisa jadi 'rasa' itu justru muncul akibat dari *setan* yang sedang bermain-main dengan hati dek sasa "

    tp kan hanya Allah yg berhak membolak balikan hati mahlukny

    ReplyDelete
  2. wuaduh. masalahnya mbaknya udah ada sendiri.. hehe.
    *nggak usah dibahas :)

    tapi dhang, omongan mbaknya ada benernya juga lho.. (lonely)

    ReplyDelete
  3. mbak e ki mekso banget. .
    bener bener nggak tepat waktunyaa. .
    -,-

    ReplyDelete
  4. absen gan ~(^^/) haha dah ke TKP..
    ho oh, meksa bgt ig =,= emang mbaknyaa mau tanggung jawab *?* terhadap kerugian waktu, pangan, sandang, dan papannya?zzzz

    ReplyDelete
  5. @mbak mel : haha -,- marake pikiran e kemarin pas awal-awal tu.
    Setelah diskusi sama ortu, akhirnya sepakat, kenalan boleh.. tapi nggak lebih dari itu. Nggak usah pake tukeran nomor hape danlainlain segala, ndak malah merusak penjagaan hati.. gitu :)

    bismillah

    ReplyDelete
  6. @dek milaa : haha :* weit.. kok pake tanggung jawab segala? o_0?

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. yo kan tanggung jawab waktu yang terbuang percuma,,kan bisa melakukan hal yang bermanfaat selain pertemuan aneh ituu..maauu dibaawaa keeemaanaa perteemmuaan kiittaa (music) ku tak akan ingin bertemu,, bila engkau tak pakai cadarr.. *lho? mah ngopo :D

    #tadi aku dah ngomen panjang2 :( njut ilang og pie..hiks

    ReplyDelete
  9. huaa jangan nyanyi deek *nyari bantal* *tutup kuping*
    (hahaha)
    mana liriknya yo salah meneh, nggawe2 wuu :p

    #hedeh, kebusak ato eror dek? wah, emang ya, semua itu tergantung amal dan ibadah.. :) (rofl)

    ReplyDelete
  10. @milley : kamu ngomennya lucu tur rada aneh.. ahahaha.. piss!
    @mbsasa : hmmm.. bener tuh ortu mbak. jangan nikah muda, ya mbak sasha.. ntar kalo mbak sasha nikah muda, itu artinya tidak menyukseskan program pemerintah dengan antinatalitas (lho?. secara penduduk indonesia kan sudah menempati rangking keempat terbanyak, kalau semakin banyak in theory nanti bakalan jadi ledakan penduduk, habis itu akan menimbulkan dampak sosial yang ada di masyarakat.-,-

    ReplyDelete
  11. haha, santai dek, itu tidak akan pernah terjadi insyaAllah :)

    ReplyDelete
  12. (woot) ih waw!!! kereeen ...santai sa. . . njuk wis sida kenalan rung kwi ....hmmm.....mbak e dibayar pira e karo mas e (goodluck)......ditunggu part 3 ya hehehehe ......kmu g nanya balik sa ma mbaknya

    ReplyDelete
  13. belum, dan aku sih jujur emang masih nggak kepikiran buat kenal sama masnya itu.. males e sebenernya -_-a

    ReplyDelete

Punya pendapat lain? Ada tanggapan? Atau kritikan?
Yuk, budayakan komen! ;) Mari berbagi pendapat.. :)

Tinggal ketik, post comment! Nggak perlu verifikasi ;D

Google+ Followers

Google+ Badge