Pages

Saturday, November 9, 2013

Melihat dari Kacamata Orang Lain

bismillaahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah kondisi badan sudah bisa dibilang *lumayan*, karna belum bisa dikatakan *sembuh total*. Paling tidak saya masih bisa memaksakan diri ke kampus untuk praktikum dan ngurus ini itu walaupun tiap pagi dan sore masih sering memuntahkan segala isi makanan yang ada di perut (efek Salmonella ini ternyata sangat mengganggu sekali +_+)

Menindaklanjuti postingan saya beberapa waktu lalu tentang koreksian, beberapa hari ini hal itu ternyata selalu menghantui hari-hari saya.

Berawal dari ketika kami (asdos-asdos bergaji buta) mulai mengoreksi kerjaan ujian responsinya anak-anak mahasiswa prodi *piip 2013, sempat terjadi obrolan antara saya dan mbak asdos *piip

Saya : "Mbaak, saya nggak tega ngelanjutin ngoreksi. Baru skipping ngoreksi ujian satu dua aja kerjaannya banyak banget salahnya... Ini gimana ngenilainya.....huhu"
Mbak A : "Yaudah sih tinggal dikoreksi aja sesuai rumus kemarin. Kalo nilainya emang jelek yaudah, tempatku aja banyak yang nilainya cuma 30an. Ada yang nol malah."

Dan saya, mungkin karna memang masih fresh-freshnya ngenilai ujian begitu, beneran nggak tega buat ngelanjutin koreksian ujian dan memilih buat nyelesaiin koreksian yang lain..

Hingga akhirnya tumpukan koreksian ujian bertambah dengan kerjaan ujiannya anak-anak mahasiswa dari prodi lain yang lebih eror dari kerjaan prodi sebelumnya. Tambah nggak tega lagi lah saya buat ngoreksi itu kerjaan. T-T

Yang lebih mengenaskan, karena saya menunda-nunda buat ngoreksi kerjaan-kerjaan itu, hidup saya jadi nggak tenang lahir dan batin. Setiap ada sms reminder dari koor asdos buat nyelesaiin koreksian, saya jadi deg-degan sendiri. Belum lagi waktu di kampus ketemu sama mbak dan mas asdos lain yang mengajukan pertanyaan yang sama, apalagi kalau bukan tentang koreksian ujian. Yang sekarang sudah bertumpuk lagi dengan koreksian kerjaan mahasiswa di blok baru ini. Mendadak saya merasa sudah menjadi asdos yang paling berdosa sekampus =__=

Pengalaman ini jadi mengajarkan saya satu hal : yang stres kalau mahasiswa mendapat nilai jelek itu ternyata bukan cuma mahasiswanya, tapi orang yang ngoreksi juga ikut-ikutan stress =_=

Jadi inget waktu awal-awal ngoreksi pretestnya mahasiswa, ngerasa sebel-sebel gimanaa gitu kalo ada mahasiswa yang nilainya jelek, padahal kan saya bikin soalnya udah gampang. Hyaaa, dan hal itu jadi membuat saya flashback sendiri, apa selama jadi mahasiswa saya juga selalu maksimal kalau ngerjain pretest atau minikuis..?? Padahal selama ini saya juga kalo ada pretest ya ngerjain biasa aja, yang penting nilainya rata-rata ke atas, bagi saya nggak masalah lagi. Hufft, jangan-jangan ada asdos yang sebel juga waktu ngoreksi kerjaan saya dulu-dulu ya....... T-T

Dan dari dulu saya juga selalu sebal sama asdos yang sukanya ngasih tugas macem-macem dan susah-susah, saya selalu mikir kalo mereka itu memang sukanya nyiksa mahasiswa dan seneng kalo lihat mahasiswa kerepotan dengan berbagai tugas dan laporan. Tapi ternyata setelah merasakan sendiri berada di posisi mereka,,,,,, sebenernya para asdos itu juga males banget ngoreksi laporan atau tugas mahasiswa..... Kitanya sih cuma ngerjain satu tugas doang, lha mereka? Harus ngoreksi tugas berapa mahasiswa coba, dan di kali berapa pertemuan tiap minggunya, pasti jenuh banget lah ya.....

Saya jadi menyesali pemikiran-pemikiran saya jaman dulu..... T---T huhuhu

Dan untuk melunasi rasa bersalah saya itu, dari berapa minggu lalu saya sudah mengazzamkan diri buat nyelesaiin semuaa koreksian ujian mahasiswa. Tapi ternyata memang berat T-T Hari pertama ngoreksi, dari empat lima kerjaan ujian, belum ada yang lulus di tangan saya T_T semuanya nilainya di bawah batas tuntas. Sedih banget T----T

Dengan status kerjaan yang seperti itu, saya cuma kuat ngoreksi tiga empat kerjaan sehari, selebihnya hati saya nggak kuat buat ngelanjutin T--T

Dan mau nggak mau, ngoreksi ujian mahasiswa jadi bikin kuantitas dzikir saya jadi meningkat. Karna setiap ada kerjaan yang eror fatal dan nilainya jelek, saya jadi istighfar berkali-kali dan mikir,
apa selama ini kami ngajarnya segitu enggak benernya ya, sampai mahasiswanya kok nilainya eror-eror semua begini...... hiks hiks hiks T.T

Menurut saya kegagalan terbesar seorang pengajar itu ya ketika yang diajar nggak berhasil paham sama apa yang diajarkan, dan bahkan outputnya nggak sesuai dengan target si pengajar. Hwaa itu fatal pake banget menurut saya,,,, T__T which means, dalam kasus ini, sepertinya saya harus menghukum diri sendiri karna sudah sangat gagal, buktinya nilainya pada eror-eror begitu.... T__T

Huaah, setelah pekerjaan yang bagi saya sangat menguras hati dan pikiran ini selesai, sepertinya harus mulai merubah beberapa pola pengerjaan ujian bagi diri saya pribadi... Saya nggak mau lah ya membuat asdos atas saya merasakan apa yang saya rasakan ini, saya nggak mau membuat mereka stres lahir batin dengan kerjaan atau ujian yang keerorannya tidak dapat ditolerir...

Mungkin dengan berlalunya waktu besok saya bisa punya sikap *dingin* seperti mbak dan mas asdos lain sewaktu ngoreksi kerjaan mahasiswa, yang bisa tega ngasih nilai berapapun dan nggak tersiksa lahir batin waktu ngoreksi. Tapi mungkin ada baiknya juga sifat ini dipertahankan, untuk sekedar memiliki hati ke kerjaan mahasiswa yang betapapun erornya tapi sudah mereka kerjakan dengan semaksimal mungkin. Hmmm....

Semoga saya selalu diberi kekuatan dan ketahanan hati untuk melanjutkan kerjaan pengoreksian ujian ini,,, dan semoga bisa segera terlepas dari sms-sms reminder yang selalu menghantui beberapa hari ini,, dan semoga ada kerjaan ujian mahasiswa yang lulus di tangan saya ya Allah,,,, aamiin.. T---T

sumber gambar : http://eci17.blogspot.com/2011_04_01_archive.html
"Jadilah pendidik, bukan pengajar.
 karena dia tidak hanya berjasa dalam mencerdaskan bangsa namun juga berperan penting dalam menjaga keutuhan serta pembangunan bangsa." -anonim

No comments:

Post a Comment

Punya pendapat lain? Ada tanggapan? Atau kritikan?
Yuk, budayakan komen! ;) Mari berbagi pendapat.. :)

Tinggal ketik, post comment! Nggak perlu verifikasi ;D

Google+ Followers

Google+ Badge