Pages

Friday, November 19, 2010

Perjalanan menuju INaYS 2010 -- pasti ada pelangi setelah hujan :)

Kali ini aku mau cerita tentang perjalananku di INaYS (Indonesian Young Scientist competition), sebuah lomba yang kuikuti hanya dengan membuat laporan ilmiah selama 7jam tanpa studi banding sebelumnya tetapi menghasilkan Medali Emas.

Banyak temen-temen, juga adek-adek kelas, yang berkali-kali nanya gimana kok aku bisa dapet medali emas INaYs.
Well, i think it just a luck.
Ini serius, aku bahkan bener-bener nggak niat pas ngerjain karya ilmiahnya.
Mungkin kesannya aku sombong atau ngremehin banget, tapi aku bersikap kayak gini karna sebelumnya masih shock gara-gara karyaku nggak lolos seleksi OPSI (olimpiade penelitian siswa indonesia) padahal karyaku itu sebelumnya dapet Juara 1 di Lomba Karya Ilmiah Siswa (LKIS) Yogyakarta.

Dan yang lebih membuatku kaget, rivalku yang Juara 2 di LKIS tersebut justru malah lolos di seleksi OPSI. hua hua hua :(

Bener-bener ngerasa down b-a-n-g-e-t pas itu, dan berniat nggak mau ikut-ikut lomba dulu di masa kelas 3 ini.

Tapi ternyata oh ternyata, pembimbingku (Mas Zae) secara sepihak mendaftarkanku ke INaYS, padahal aku sendiri nggak tau mau neliti apa buat kuajuin ke lomba ini (tragis banget). Kemudian aku berdiskusi dengan beberapa kakak kelas dan mempertimbangkan tentang biaya pendaftaran INaYS yang tidak sedikit, dan akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti lomba ini.

Singkat cerita, tema penelitian telah kutentukan (Virtualizing Gamelan) dan partner sekelompok juga telah kupilih (Ninda dan dek Yayak).

Namun seperti yang telah kuceritakan sebelumnya, aku bener-bener nggak niat mau ikut lomba penelitian lagi.
Jadi selama proses pengerjaan, sewaktu Mas Zae sering menyuruh peserta INaYS dari Yogyakarta untuk lembur mengerjakan karya tulis di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DIY, aku nggak pernah datang ke sana. Sama sekali.

Akhirnya deadline pengumpulan karya tulis semakin dekat. Mas Zae semakin sering menghubungiku untuk menyuruhku datang ke Dinas. Pada hari-H deadline pengumpulan karya, karna nggak tega sama beliau, akhirnya aku datang juga ke Dinas. Sendirian. Karna teman sekelompokku bahkan nggak bisa kuhubungi sama sekali.

Aku datang ke Dinas sekitar jam 3 sore, mengerjakan karya tulis berbahasa inggris sampai jam 10 malam, lalu memberikan soft file-nya ke Mas Zae, dan beliau yang mengeprint, memfotocopy, serta menjilidnya.
Done.
Cuma seperti itu.

Dan, tralalaa, beberapa minggu kemudian aku mendapat telepon dari Mas Zae bahwa karyaku lolos menjadi finalis dan termasuk 1 dari 3 karya yang mewakili Yogyakarta dalam INaYS 2010 (woot).

Shock banget dan nggak nyangka sama sekali (haha).
Akhirnya aku dan peserta lainnya berangkat ke Bandung buat presentasi final.
Of course aku sendiri nggak begitu berharap bisa mendapat medali, karna bahkan software yang kulombakan dalam INaYS baru kami kerjakan pada saat di Bandung, H-2hari sebelum presentasi.

Setelah presentasi, kami menunggu hasil keputusan juri dengan harap-harap-cemas, ditemani oleh Mas Zae, Pak Singgih, Pak Rizki, dan Mbak Titik (cozy).
Dan, hasilnya seperti yang udah aku sebutkan sebelumnya.
Karya kami mendapat Medali Emas dan berhak maju ke lomba ICYS (International Conference of Young Scientist) yang digelar besok Mei 2011 di Rusia.





Masih nggak nyangka aja sampai sekarang.
Padahal karya untuk OPSI, yang udah kusiapkan sejak awal masuk kelas 2 SMA, nggak lolos sebagai finalis,
tapi karya untuk INaYS yang hanya kukerjakan selama 7jam bisa lolos dan bahkan mendapat medali emas (woot)

Satu kesimpulan yang bisa aku tarik,
selalu ada hujan dan petir didalam hidup, tapi jangan khawatir, ada pelangi yang siap muncul setelahnya :)

6 comments:

  1. saran, dijustify post-nya...
    biar lebih enak dibaca....

    ReplyDelete
  2. never sie die my friend..! :)

    kadang2 manusia tu menyianyiakan kesempatan emas yang ada padanya untuk terlewat begitu saja.. bejo kowe sha dipekso-pekso njuk akhire melu & menang.. wkwk..

    ReplyDelete
  3. haha
    iya mas
    untung saya tidak hanya terpaku pada 1 pintu yang tertutup.. *ngomong opoh (haha)

    ReplyDelete
  4. wah, mbak sa... aku merasakan hal yg sama dengan mbak sasa. ra .... haha

    ReplyDelete
  5. waa ada dek shofi (woot)
    haha, iya dek..

    ReplyDelete

Punya pendapat lain? Ada tanggapan? Atau kritikan?
Yuk, budayakan komen! ;) Mari berbagi pendapat.. :)

Tinggal ketik, post comment! Nggak perlu verifikasi ;D

Google+ Followers

Google+ Badge