Pages

Showing posts with label aktifis. Show all posts
Showing posts with label aktifis. Show all posts

Thursday, February 6, 2014

Bagaimana bila aku rindu pada mereka?

Mengutip salah satu puisi dalam buku kedua saya yang judulnya "Pintu Hati Pintu Langit"..
".....
Ada yang rindu...
Ia membisikkannya melalui sarana imaji
Melayangkan segenap prihatin akan jawaban yang terdiam,
membeku

Kesekian kali menanyakan
Ia rindu, katanya

Begitukah adanya tatapan mata yang menipu?
Tersenyum,
lantang menyirat ketiadaan
Sementara asa yang nyata adalah harapan

Beginikah yang menjadikan keengganan serupa permintaan
akan jawaban berbalut rindu?

Seperti ombak yang menghempas karang
Rindu tebal yang ganas
Tak habis tercurahkan sampai runtuhnya perkasamu

Seperti pena yang berdebu
Dan kertas yang menguning
......"
-Annisa Fitriani

Dan sekarang, lagi-lagi saya rindu...
Yang pertama jelas ke suami ya... hehehe... lama banget nggak liat beliau, terpisah jarak dan waktu. Masih setia menanti kabar kapan kepulangan beliau.

Yang berikutnya,, saya tujukan kepada mereka...

Mereka, sahabat-sahabat yang dulu dalam lingkaran yang sama...
Meskipun telah terpisah tempat menimba ilmu,, 
meski terkendala jadwal yang sering sekali bertubrukan,
tapi selalu saja berkumpul dengan mereka terasa seperti *kembali ke rumah*...

Mereka, rekan-rekan yang dulu bersama-sama membangun jalan cinta ini, jalan cinta dakwah..
Dengan sedikit sekali orang yang mau ikut andil bersama mereka,
dengan tak berhenti bekerja walau hasilnya belum terlihat di dunia,
toh yang diutamakan memang hanya istana di syurga Allah..

Mereka, yang waktu dan raga rela saya korbankan untuk bisa berpeluh dan berlelah-lelah bersamanya..
Tak peduli siang terik ataupun malam larut,
tak masalah entah hari kuliah ataupun hari libur,
seakan raga ini tak ada habisnya untuk digunakan beribadah bersama mereka..

Mereka, yang meski kadang terpisah jarak dan waktu, tapi selalu terasa rekat di hati..
Mereka, keluarga dakwah sekolahku....

Ingat sekali, dulu, ketika kaki ini sedang sedikit tertatih di jalanNya,
air mata jatuh sesenggukan,
seorang mbak berkata,

"ya.... memang seperti ini.... memang kita tidak seperti mereka, yang bersinar dengan hingar bingar kemewahan kampus... yang berdiri di depan dan memimpin pasukan elit di gerakannya.. yang bisa berjalan dengan kepala yang tertegak dan membusungnya dada, karna setiap langkah kakinya menjadi percontohan untuk diikuti.. yang slalu mendapatkan tepuk tangan serta pujian untuk berbagai aksi dan kesibukan yang dilakukan...
tapi mereka tak seperti kita... yang bisa terselamatkan dengan sifat qonaah karna tak perlu berebut hingar bingar kekuasaan... yang terjaga dari kesombongan hati karna setiap yang kita lakukan akan selalu terorientasi kepada Allah, karna kita tak punya kepentingan dunia yang merusak jalan kerja kita.. yang memang akan selalu ada di balik layar, namun akan menjadi orang yang tersenyum paling indah ketika bibit-bibit yang diperjuangkan mulai terlihat pesonanya..."

Dan saya dulu hanya bisa menangis... kalimat beliau praktis menjadi pengingat dan penguat ketika diri ini jatuh ke titik yang lebih bawah.

Saya sangat mencintai mereka,, apakah mereka juga?
Saya sangat rindu dengan mereka,,, begitu jugakah dengan mereka?

Seandainya boleh memilih, dan saya memang sudah pernah memilih,
tak pernah ada sedikitpun bayangan jika saya harus berpisah dengan mereka..

Bahkan dulu pernah berkata kepada murobbi bahwa saya lebih baik tetap disana daripada lahan dakwah manapun yang selainnya.

Tapi yang namanya takdir Allah, bukankah Ia yang memilihkan, dan bukannya kita?

Sekali lagi,,, ketika sudah seperti ini,,,, apa yang harus saya lakukan bila saya ingin kembali?
bagaimana....bila... saya... rindu....?

Ah, jangankan saya, Rasulullah saja rindu kok.....
“Mereka adalah umatku kelak, yang mana mereka belum pernah melihat wajahku, belum pernah bertemu denganku, belum pernah berbincang-bincang denganku, tetapi mereka sangat merindukanku dengan tulus, ikhlas dan penuh rasa hormat kepadaku...

mereka adalah orang-orang yang melanjutkan perjuanganku dan tidak jarang pula mereka meneteskan air mata karena menahan rindu yang sangat kepadaku, 
aku rindu kepada mereka dan aku ingin bertemu dengan mereka…”

Kalian, para calon penghuni syurga,
dimanapun berada dan sedang apapun sekarang,
semoga slalu berada dalam lindungan dan cahaya dari Allah.... :"

Karna Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur!
semua ini jelas-jelas telah Tuhan ukur
mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur
mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur

Karna satu persatu, seiring berjalannya waktu,
kita akan tahu sebenarnya yang Tuhan Mau
Tuhan ingin kita jadi manusia yang tangguh
Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh,
-Karena Tuhan Tau Kita Mampu-

Walladziina yu’tuuna maa aataw wa quluubuhum
wajilatun annahum
ilaa rabbihim raaji'uun.

ukhibbukum fillah.. lillah..

Wednesday, November 27, 2013

Mogok? Demo? Yuk lihat dari dua sisi :)

Bismillaah....

Kalau boleh memilih, saya sebenernya lebih memilih untuk mengerjakan tugas dibanding menulis tentang ini.. Atau melanjutkan tulisan saya tentang pola makanan kemarin mungkin, hehe. Tapi mumpung lagi dibahas, jadi saya ingin menulis sedikit saja terkait kejadian yang sedang ramai dibicarakan sekarang...

Beberapa minggu lalu, saat saya selesai ujian dan melewati loby kedokteran untuk menuju tempat parkir, ternyata di depan loby kedokteran sedang ramaai sekali, ada banyak orang di sana, membawa berbagai macam spanduk, pengeras suara, dan sebagainya. Saya tanya ke teman-teman saya yang kebetulan juga sedang menonton orang-orang itu, "Ada apa sih?"

Teman saya waktu itu hanya menjawab, "Anak-anak dari fakultas *piiiip* lagi pada demo."

"Kok di gedung kita demonya?"

"Iya, mereka demo nya ke kita."

Dan singkat cerita, saya tau alasan mereka demo itu apa. Dan singkat cerita lagi, sebenernya bukan anak kedokteran yang salah, jadi saya juga nggak ngerti kenapa mereka ngotot menuntut kita.

Lalu saya iseng tanya ke teman saya yang lain, yang termasuk mahasiswa 'aktif' di kampus. "Nggak ikut demo? Tuh, sana, demo balasan ke mereka."

Dia melengos, "kurang kerjaan banget. Kayak kita nggak ada kerjaan lain aja. Ngatur jadwal kuliah aja udah belibet gini, ngapain demo-demo segala."

Hehehe... karakteristik mahasiswa kedokteran ya, nggak pernah demo yang nggak penting, mendingan ngurusin kuliah.

Sampai akhirnya beberapa hari ini ada sebuah kasus yang mencuat di kalangan para dokter : kriminalisasi terhadap dokter Ayu dkk, begitu judulnya.

Kasus yang sebenarnya sudah selesai bertahun lalu, tiba-tiba diungkit lagi dan tiba-tiba juga dokter ayu dkk dipenjarakan.

Belum selesai masalah kesalahpahaman itu, sudah muncul berbagai komentar pedas terhadap dokter dari berbagai kalangan, dan bahkan dari pihak *atas*.

Efek kasus ini ternyata sebegitu luar biasanya. Di rumah sakit para dokter mulai memasang pita hitam di jas dokternya, menunjukkan keprihatinan terhadap kasus dokter Ayu. Di kampus saya, yang biasanya adem ayem ngelab dan ngeperpus, sekarang bahkan hampir seminggu tiga kali kami aksi, mengenakan pakaian hitam-hitam sebagai bentuk keprihatinan. Sampai kemudian diambil lah keputusan mengenai liburnya pelayanan di rumah sakit kecuali untuk kegawatdaruratan. (Ibunda saya cerita bahwa beliau mendapat surat tugas resmi langsung dari POGI terkait dengan liburnya pelayanan tersebut)

Sore ini, ketika menyetel metro TV, kebetulan pas ditayangkan mengenai para dokter yang menangis ketika menjenguk dokter Ayu di penjaranya... Semuanya prihatin dan ikut mendoakan dokter Ayu supaya bisa segera terselesaikan kasusnya. 

Banyak yang mencerca, lebih banyak yang menghina, walaupun tidak sedikit yang mendukung tindakan ini. Jika ada yang bertanya-tanya, "Kenapa sih sampai segitunya banget? Kenapa pakai aksi segala macem?"

Kalau boleh milih ya,,,,, pasti nggak ada deh yang seneng buat melakukan aksi seperti ini..... beneran.

Tapi kenapa? Karena, yang seriing tidak diketahui oleh orang-orang lain, ikatan persaudaran kedokteran itu sangat kuat.... Benar-benar sangat kuat...

Sejak masih di tingkat mahasiswa (seperti saya ini) kami sudah berkegiatan dan beraktivitas di bawah naungan nama ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) yang kemudian bercabang menajadi Senat, Badan Penelitian, Forum Da'wah, Tim Bantuan Medis, dan lain sebagainya. Minimal setahun sekali kami selalu bertemu dalam agenda nasional, mempertemukan kami dengan seluruh mahasiswa kedokteran se Indonesia, dengan beragam kegiatan sesuai cabangnya (temu nasional, penelitian nasional, musyawarah nasional, meeting nasional, pelatihan gabungan, dan lain-lain). Itu minimal. Maksimal, ada yang berapa bulan sekali mengadakan meeting nasional, apalagi kalau bukan untuk bekerja bersama-sama untuk acara atau kegiatan-kegiatan kedokteran.

Ketika lulus dari sarjana, ketika kelak kami tergabung dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pun kami akan melakukan hal yang sama. Kami harus saling berkolaborasi, saling berdiskusi, saling memberikan materi atau masukan, dan lainnya. Sangat banyak sekali pertemuan yang harus dilakukan untuk sekedar meningkatkan kualitas dokter dalam melayani pasien, karna pendidikan kedokteran tidak akan berhenti ketika kami disumpah. Tapi sepanjang hayat kami tidak akan pernah berhenti belajar dan mengupgrade diri.

Ibunda saya bahkan kadang masih tidur dengan ditemani berbagai buku tebal, padahal beliau sudah lulus dari sub-spesialis obsgin fetomaternal. Jangan tanya bagaimana berantakannya meja belajar saya

Nah, ringkasnya, meskipun memang miris ketika melihat banyak pasien yang jadi mengeluhkan karena tidak adanya dokter,,, tapi saya bisa mengerti perasaan para dokter itu... apalagi yang tergabung di POGI (Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia), betapa sedihnya perasaan mereka ketika temannya sejawatnya sendiri, sahabat berdiskusi mereka selama ini, sekarang terjerat penjara yang bahkan segala tuduhan dari keluarga pasien sudah terbantahkan dengan bukti-bukti dari tim forensik..

Ibaratnya ya,,,, keluarga kedokteran itu sudah seperti satu tulang satu daging satu darah.... Sudah seperti satu tubuh, dimana ketika ada salah satu bagian yang disakiti maka bagian yang lain tidak akan tinggal diam..

Harapan saya hanyalah,,, smoga permasalahan ini bisa segera terselesaikan,, tanpa ada pihak yang terdzolimi...

Ingat, dokter itu bukan Tuhan..

Dan kalau mau jahat (ini ide suami saya), karena dokter itu penjual jasa, seperti penjual jasa yang lain tentu saja mereka juga punya hak untuk memilih mau kerja dan mau libur kapan, mau menangani pasien atau tidak. Hanya saja, tentu, para dokter tersebut tetap tidak akan tega dan tidak kuat untuk menelantarkan pasien.. Ibunda saya saja tetap praktik dan keep in touch dengan koas-koas atau perawat untuk menanyakan status pasien kok..

Yuk saling menghargai profesi masing-masing,
hidup ini indaah jika kau tauu........ ;")







Friday, September 6, 2013

Hello September!

bismillaahirrahmaanirrahiim...



Masyaa Allah, ternyata bulan September sudah berjalan lima hari...

Apa yang sudah dilakukan?

Menyelesaikan tugas sebagai delegasi di Temilnas (masuk sepuluh besar) dan mempresentasikan karya.
Menyelesaikan amanah sebagai pemandu di OSDI (Orientasi Studi Dasar Islam) 2013.
(Hampir) Menyelesaikan amanah sebagai PJ Pemandu di MATAF (ospek kampus saya).
Menyelesaikan beberapa karya untuk kemudian dikirimkan ke lomba-lomba yang ber deadline Agustus.

ini cocard saya.. tiga cocard, lima hari, dua kota..
Untuk beberapa hari yang luar biasa hectic ini, saya benar-benar mengucapkan terimakasiih yang sebesar-besarnya untuk suami saya yang sangat sangat mensupport dan mendukung kegiatan saya dengan pengertian dan tenaganya.... I love you so much, dear... Kalau ditanya, dalam skala satu sampai sepuluh, seberapa besar rasa cinta saya, saya akan menjawab : more than a thousand! :"D

Apa yang ingin dilakukan?

SE-KE-RIP-SI !!!
Iya, skripsi. Saya berbulan-bulan lalu sudah sering berdialog dengan dosen pembimbing akademik (DPA) saya, saya ingin segera mengerjakan skripsi saya. Tapi beliau selalu bilang, "kamu kan belum dapat kuliah blok tentang metopen (metode penelitian), masa udah ngerjain skripsi??"

Hellooo ibuk dosen saya yang tercinta........ Jaman gini gitu lhoh.... Masa' bikin skripsi aja harus menunggu kalo udah dapet kuliahnya..... o___0""

Saya rasa beruntung banget ya jurusan lain yang memakai sistem SKS (sistem kredit semester) yang bisa milih-milih kuliahnya dan bisa ada kesempatan untuk lulus lebih cepat. Sedangkan kedokteran? Dengan sistem blok, mana ada acara lulus cepat-cepatan atau kurang dari empat tahun, semua mata kuliah kan sudah diatur dari atas, jadi ya cuma bisa pasrah ngikutin jadwal yang sudah ditentukan.

Makanya seminggu ini (dengan segala ke-hectic-an saya di bandung dan jogja) saya sudah mulai nge-loby seorang dosen buat mengajukan kasaran skripsi saya. Ini sudah mau masuk semester ke 5 lhoh ya,,, masa harus nungguin akhir semester 6 buat mulai mengerjakan skripsi (karna kuliah tentang metopen baru ada di akhir semester 6)??

Saya itu pinginnya cepet skripsi, cepet selesaiin ujian-ujian yang ada, kemudian lulus! Trus bisa nemenin suami saya yang kuliah di luar.

Untuk lulus kedokteran sekarang aja kan minimal skripsinya udah terpublikasikan di jurnal nasional atau internasional, lhah kalau ngerjainnya ditunda-tunda trus kapan lulusnya dongg... T__T

Urusan ngomong ke DPA saya ya nanti aja deh dipikirinnya. Yang penting jalan dulu skripsinya. Semoga DPA tercinta saya itu mau segera berubah pikiran ya..

Jadi target utama saya bulan ini ya itu : SE-KE-RIP-SI.
Pekan depan baru mau mulai bimbingan awal nih, doakan yaa.... Semoga yang ikut mendoakan nanti juga bisa memperoleh kebaikan yang serupa, aamiin..


GO GO GO SEKERIPSII

Saturday, August 17, 2013

My Mom dan Jilbabnya

Bismillahirrahmanirrahiim..


Postingan kali ini murni hanya curhat biasa ala Sasa, jadi untuk yang nggak berminat boleh skip dari postingan ini ^^


Sudah pernah baca postingan saya yang di sini? Di sana udah sedikit disinggung, kalau saya pakai jilbab memang semenjak kecil. Nah, kali ini saya mau curhat tentang proses berjilbab yang saya alami -- dan juga dialami ibunda saya.

Dulu, waktu kecil, saya pakai jilbabnya ngasal. Adanya apa. Yang penting berjilbab. Kebetulan waktu TK kan memang di TK ABA gitu jadi jilbab udah disediain sama sekolahan. Waktu SD juga begitu, jilbabnya standart jilbab anak-anak; jilbab cemplungan, pendek, ada talinya.

Memasuki SMP, awal-awal kelas satu masih pakai jilbab cemplungan yang pendek. Lalu tahun kedua mulai pakai jilbab paris (jilbab segiempat yang tipis itu) gara-gara terinspirasi sama jilbab seorang teman saya yang rapi. Waktu itu perempuan di angkatan saya (yang jumlahnya hampir 200 orang) yang berjilbab cuma ada dua orang; saya dan teman saya itu.

Waktu itu saya pernah iseng tanya sama ibunda saya yang sedang siap-siap mau berangkat operasi (ibunda saya dokter kandungan yang kece sekali, kapan-kapan saya tulis di postingan khusus ya),
"Bu, kok jilbabnya diikat di leher gitu? Nggak panas?"
Saya heran aja lihat jilbab dililit-lilit di leher, ngeliatinnya kan gerah.

Ibunda saya njawab, "Biar nggak ribet. Daripada ngganggu operasi."
Saya sih ngangguk-ngangguk aja, berhenti tanya, nanti keburu pasiennya yang marah-marah ke saya kan repot.

Lalu ketika masuk dunia SMA, saya baru tau tuh kalau pakai jilbab paris itu harus di dobel. Biar nggak transparan, katanya.

Ribet ya kesannya. Jadi saya mutusin pakai jilbab agak gedhenya ya pakai jilbab cemplungan aja, males ndobel-ndobel.
Lalu teman saya protes, "jilbab cemplungan kan kesannya nggak formal. Masa' acara resmi pakai jilbabnya kayak gitu?"

Wahh tersentil banget lah..
Akhirnya mulai latihan pakai jilbab paris yang di dobel. *dulu masih jarang banget bisa nemuin jilbab tebel macam jilbab Harifa yang saya jual ini :3

Suatu ketika, waktu siap-siap mau ada acara keluarga, saya masih ngelipat-lipat jilbab paris buat didobel. Ibunda saya masuk kamar, ngeliatin saya masang jilbab itu, lalu komentar, "Lha kalo jilbabannya lama banget kayak gitu, pasiennya ibu keburu meninggal semua dong!"

Jederr... Iya juga ya, haha..
Waktu itu saya nggak membenarkan atau menyalahkan, diem aja deh, belum tau mau komentar apa.

Hari demi hari berlalu, tahun demi tahun terlewat,
Saya terus berdoa supaya suatu hari ibunda saya dapat hidayah atau petunjuk buat memanjangkan jilbab..

Sampai tibalah suatu hari dimana saya dilamar sama ikhwan yang sekarang jadi suami saya itu..
Seselesainya kunjungan ikhwan itu dan orangtuanya ke purworejo buat ta'arufan yang pertama kali,
ibunda saya komentar, "Umminya si Ibung itu jilbabannya kayak kamu ya? Emangnya bagus kalau kayak gitu po?"

Kebetulan ummi mertua saya kan memang kader inti di tarbiyah, bisa dibayangin lah ya..

Waktu itu saya senyum. Mencoba nanggepin dengan sedikit bercandaan,
"Iya dong, Bu, bagus kan? Ibu pasti cantik kalau pakai jilbabnya kayak itu tadi."

"Itu jilbabnya nggak perlu di dobel-dobel kayak kamu dulu itu?"

"Enggak dong, Bu, sekarang kan udah banyak yang jualan jilbab segiempat yang tebal."

Ibunda saya cuma manggut-manggut aja. Sedetik. Dua detik. Ibunda saya komentar lagi,
"Kalau gitu besok kamu ajarin ibu pakai jilbab kayak gitu ya!""

Hihihi happy bangett.. Alhamdulillah..


Akhirnya misi doa saya dari dulu-dulu itu kesampaian juga..

Kalau ditanya, apa perubahan besar yang terjadi karena pernikahan saya, ya salah satunya proses berjilbabnya ibunda saya yang tercinta itu.

Kemarin waktu malam idul fitri kan saya di rumah mertua, kami shalatnya di Lapangan Kadipiro. Waktu masih nungguin abah mertua yang menyelesaikan khutbahnya, saya sama ummi mertua sempat mengobrol tentang ini. Ummi bilang kalau seneng saya jadi menantu beliau, karena jadi bisa ngasih contoh ke adek-adek ipar saya. Dan saya akhirnya juga cerita tentang jilbab ibunda saya itu, saya seneng banget punya ummi mertua seperti beliau.

Sekarang bahkan nggak cuma jilbabnya saja yang tambah rapi dan syar'i, ibu pun sudah melengkapi busananya dengan kaos kaki. Walaupun mau operasi sekalipun.

Dan senangnya, pernikahan ini bukan hanya berpengaruh ke jilbab ibunda saya, tapi juga ke pemahaman ibu saya tentang da'wah di profesinya.. Subhanallah sekali pokoknya, luar biasa.

Boleh dibilang sifat wanita yang nggak pingin kalah yang awalnya bisa membuat perubahan besar di jilbab ibunda saya itu. Ibu saya sepertinya nggak mau saya lebih lengket ke ummi mertua, atau gimana, jadinya ibunda saya berusaha menyamai ummi mertua. hehee,, nggak tau juga ding.. ^^

Benar kata mbak murobbi saya dulu, "Kita memang pasti akan bahagia sekali dengan perubahan di keluarga kita yang mengarah ke kebaikan, jadi jangan pernah berhenti berda'wah kepada mereka sesibuk apapun kita. Karna mereka lah prioritas kita, mereka yang paling berhak mendapatkan da'wah dari kita, sebelum orang lain."

Subhanallaah... :")

Ah ya, tadi ada kejadian lucu lagi.
Kemarin waktu ibunda saya nelpon, saya kan sedang ikut aksi #SaveEgypt di nol kilometer itu, ibunda saya kelihatan keberatan. Beliau memang nggak pernah setuju kalau saya ikut aksi-aksi semacam itu. Berbahaya, katanya.

Lalu tadi waktu ditanyain tentang aksi kemarin, saya bilang, "Tau nggak, Bu, yang maju ke atas panggung dan orasi mewakili Salimah? Ummi lho! Ummi kemarin yang maju ke atas panggung, padahal yang lainnya ikhwan-ikhwan gitu. Ummi akhwat sendiri!"

Ibunda saya terdiam... Dan sedetik kemudian,, kami malah udah asyik mbahas tentang aksi itu.
Hihi,, saya jadi senyum-senyum mbayangin, gimana ya kalau besok-entah-kapan ibunda saya juga ikut turun buat aksi semacam itu?

Who knows kan? ^___^

Love you both so much, ibu dan ummi... :')

Smoga akan smakin banyak lagi perubahan baik untuk keluarga kami karena pernikahan ini ya..
Karena menikah itu bukan karena cinta, tapi untuk membangun ummat, membuat peradaban. :)

Monday, August 5, 2013

Lulus Sekolah Ramadhan


Masyaa Allah,, nggak terasa hanya dalam hitungan hari saja Ramadhan akan segera meninggalkan kita,, dan Syawal akan segera menghampiri.. Sedih? Pasti.. Kapan lagi kita akan bertemu dengan bulan penuh berkah, yang bahkan tidur pun bisa mendapat pahala? :(

Nah, mumpung masih tersisa beberapa hari lagi, yuk kita cek sudah sejauh mana kita berprogres di bulan Suci ini.. :)

1. Kedatangan ke Masjid
Biasanya nih ya, orang-orang yang barusan masuk bulan Ramadhan pasti nggak ada yang mau menunda-nunda sholat. Nggak ada lagi deh adzan berkumandang kok masih bengong nggak jelas di rumah. Semuanya serempak-kompak memenuhi shaf-shaf di masjid, bahkan sebelum iqomat pun masjid sudah ramai sampai ke shaf terakhir. 


Nah, sayangnya, pemandangan ini hanya berlangsung di pekan-pekan awal Ramadhan. Sisanya? Cek diri sendiri yuk, "masih semangatkah aku mengisi shaf-shaf di masjid?" :)

2. Interaksi dengan Al Qur'an
Masih ingat dengan target awal di bulan Ramadhan? Ada yang menargetkan khatam beberapa kali, ada yang bersikukuh untuk menghafal sampai beberapa surat Al Qur'an. Nah, sudah hampir selesai nih Ramadhannya, sudah tercapai kah target-target kita itu? Jangan sampai justru sekarang semangatnya sedang loyo ya.. :)

Dalam Al-Quran Allah S.W.T berfirman:

Sesungguhnya telah datang kepada kau cahaya kebenaran (Nabi Muhammad s.a.w) dari Allah dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata kebenarannya dengan itu Allah menunjukkan jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredhaanNya dan denganya Tuhan keluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman) yang terang benderang dengan izinNya dan dengannya juga Tuhan menunjukkan mereka ke jalan yang betul dan harus.
(Surah Al-Maidah: 14 &15)
Nah, yuk buka lagi Al Qur'annya mumpung pahala masih berlipat-lipat ganda di bulan Suci ini! Mari ditambah lagi halamannya yang dibaca, banyakin lagi ayat-ayat yang dihafalkan, ;)

3. Tingkat Pengelolaan Emosi
Apa saja yang bisa mengurangi pahala ketika berpuasa? Marah? Gosip? Berbohong? Semuanya >,<
Hari-hari terakhir Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk melihat lagi segala peringai kita dalam bertutur kata.. Masih kah kita menjaga lidah dari kesia-sian? Sudahkah kita menjauhi perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri dan bahkan saudara kita? :"

                                       
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba itu berbicara dengan suatu perkataan yang tidak ia fikirkan -baik atau buruknya-, maka dengan sebab perkataannya itu ia dapat tergelincir ke neraka yang jaraknya lebih jauh daripada jarak antara sudut timur dan sudut barat.” (Muttafaq ‘alaih)
 

4. ZIS (Zakat-Infaq-Shodaqoh)
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ramadhan biasanya membuat orang-orang jadi rajiin sekali ke masjid. Entah sholat fardhu, kajian rutin, pengajian masyarakat, buka puasa, sholat tarawih, atau bahkan menghidupkan sepuluh malam terakhir dengan i'tikaf. Semuanya di masjid. Dan hal itu mau-nggak-mau jadi mempersering interaksi orang-orang dengan kotak infaq.

Nah, sudah memasuki hari-hari terakhir Ramadhan dan sebentar lagi masuk bulan Syawal, masih ada kah sifat berbagi di diri kita? Masih semangatkah untuk menyisihkan sedikit rezeki kita untuk orang-orang yang nggak mampu? Yang lebih penting lagi : sudahkah kita membayarkan zakat fitrah? Jangan sampai kita keluar dari bulan Ramadhan dengan melupakan hak-hak orang yang kurang mampu ya.. :)


Pada suatu hari Rasulullah SAW sedang beserta para sahabatnya,
lalu datanglah seorang laki-laki dan bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah Islam itu”?
Nabi menjawab,
"Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya, dan engkau dirikan shalat wajib dan engkau tunaikan zakat yang difardhukan, dan engkau berpuasa di bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim dari abu Hurairah).


5. Tingkat Kesabaran
Kita hampir sampai di penghujung target... Apa sih tujuan kita berpuasa tiga puluh hari? Untuk menahan hawa nafsu! Dari apa? Ya dari semua nafsu duniawi : makanan, emosi, syahwat, lisan, dan sebagainya.

Ketika kita berpuasa, yang biasanya bisa makan tiga kali sehari, sekarang makan cuma boleh dua kali, itu pun di pagi buta dan di senja ketika matahari tenggelam. Ketika kita berpuasa, yang biasanya Al Qur'an aja jarang dibuka, eeh seketika itu kita jadi manusia yang getol banget buka Al Qur'an. Yang biasanya sedikit-dikit nggosip, sekarang jadi menutup mulut rapat-rapat. Hehehe, iya kan? :)


Jadi sudah jelas di sini, tujuan akhir dari sekolah ramadhan ini adalah untuk membentuk pribadi muslim-muslim yang tawadhu' terhadap dunia, membentuk muslim yang berkualitas secara jasmani dan rohani.. Pertanyaannya, sudah sepertikah itukah kita sekarang? :""( Yuk, mumpung masih ada waktu, manfaatkan sebaik-baiknya, jangan sampai kita gagal mencapai tujuan-tujuan mulia itu ya! ;)

6. Istiqomah
Gimana? Sudah dicek belum amalan-amalan di atas? Sudah terpenuhi semua kah? Kalau jawabannya "iya" berarti kalian dinyatakan "LULUS" dari sekolah Ramadhan! Selamaaatt... :D

Langkah selanjutnya apa dong? Tentu aja : is-ti-qo-mah!

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”,
kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Ahqaf: 13-14)


Jadikanlah ramadhan sebagai medrasah pembentuk karakter dan mental takwa..
Sungguh, Ia adalah training tahunan yang takkan tergantikan,
dan takkan kita dapatkan di bulan selainnya..

Tempaan tiga puluh hari dalam nuansa ibadah dan ruhiyah adalah sesuatu yang mahal harganya,
dan hanya akan kembali lagi setelah sebelas bulan perpisahan..

Ramadhan adalah pelatihan tahunan yang bertujuan menghasilkan muslim yang berbeda,
berbeda secara jasmani apalagi secara ruhani..

...Oleh karena itu setiap ramadhan harus lebih baik dari ramadhan sebelumnya..

Wahai jiwa yang ditempa oleh amaliyah ramadhan,
bukankah seharusnya lebih ringan kita melangkah di bulan lainnya,
karena jiwa dan fisik ini telah tertempa sedemikian rupa di sepanjang bulan mulia ini?

Ini saatnya kita sebenar-benar membersihkan hati bukan?
Just two days left... :"(

Semangat bermuhasabah kawans,, selamat menyambut bulan Syawal dengan jiwa dan hati yang bersih dari segala noda.. Smoga kita semua beruntung menjadi hambaNya yang meninggalkan Ramadhan dengan mengantongi ampunan dari Allah.. aamiin.. :")

*artikel ini didedikasikan untuk lomba artikel Ramadhan, sumber gambar: www.komikmuslimah.blogspot.com

(update) Alhamdulillah artikel ini dapat award dari penyelenggara lomba artikel Ramadhan ^_^

Tuesday, July 30, 2013

Islam Berpolitik

Yang ngikutin berita dunia Islam pasti langsung ngeh deh saya lagi ngomong apa. Clue : Mesir.


“Innahum Yakiiduuna kaida, wa akiidu kaida, famahhilil kaafiriina Amhilhum ruwaida..”
[Q.S. Ath-Thariq: 15-17]

Allah yang maha memberikan dan mencabut kerajaan/kekuasaan dari orang yang Ia kehendaki..

Jika memang yang mereka (orang-orang kufur) kehendaki adalah kekuasaan di dunia, maka biarkan kita tetap menggantungkan diri kepada kekuasaan-Nya dengan menjaga umat ini tetap dekat dengan ajaran Islam yang sebenarnya..

Keep praying for our brothers n sisters in Egypt.. Allahu akbar..! Allahu ghayatuna..! #saveEgypt


pic.source : komikmuslimah

Friday, July 19, 2013

a little something refreshing :')

bimillaah...
Rasanya udah lama banget saya nggak nulis di sini #niup-niup debu di blog >,<

Tadi nggak sengaja ada seorang mbak yang bertanya "dek sasa kapan nulis lagi? :) hehe. ditunggu tulisannya" dan seketika itu juga langsung membuka blog dan ternyata,,, saya terakhir nulis itu bulan Mei lalu, dan sekarang sudah bulan Juli,, wah wah.... *_*

Sebenarnya jadi lama nulis blog bukan karna nggak ada alasan,, tau sendiri lah mahasiswa kedokteran, isinya cuma kuliah-praktikum-tutorial-ujian #ngeles. hehe. Tapi bukan berarti saya jadi berhenti nulis :D saya tetap nulis kok, tapi karna masih proyek rahasia jadinya belum saya publish hehehe ^_^v #ngeles kedua

Kebetulan memang ada yang sedang ingin saya share, jadi ya lanjut deh mbuka blognya :D

Ceritanya bermula beberapa waktu lalu. Sekitar hari selasa mbak murobbi saya yang di kampus sms saya, menanyakan apakah kamis siang saya luang. Saya jawab luang, lalu bertanya ada apa. Ternyata si mbak minta tolong ke saya dan juga temen liqo buat membantu jadi mentor di SMA Tamantirto deket kampus, soalnya si mbak udah lama nggak megang anak sekolahan. Nah, waktu itu saya tertarik dan langsung menyanggupi.

Mungkin saya semacam terkena sindrom homesick ya. Saya kangen anak-anak SMA. Terakhir megang anak SMA udah lamaa banget kayaknya, sekitar 6 bulan lalu (saya berhenti jadi mentor SMA ketika menikah januari kemarin). Sekarang terlalu seringnya ketemu sama anak-anak kuliahan, berforum dengan mahasiswa-mahasiswa yang sudah pinter sekali untuk berdiskusi masalah-masalah berat, yang terkadang harus mewaspadakan diri sendiri supaya hati nggak terkeraskan. Huff,, bener-bener pingin ngerasain megang anak SMA lagi :")

Akhirnya tiba juga hari kamis. Hari itu agenda romadhon saya standar aja kayak biasanya = kajian-syuro'-ngurus masjid-nyiapin ifthor. Ketambahan mentoring.

Kami pertamanya janjian di rumah mbak murobbi jam 12.10 lalu berangkat bareng-bareng. Tapi saya masih ada urusan lain sebelum itu, dan waktu ngeliat jam ternyata udah jam 12.40, padahal acaranya mulai jam 12.45 .

Jadi saya memutuskan untuk langsungan aja pergi ke SMA nya itu dengan berbekal nekat dan sok tau karna saya juga nggak tau alamat sekolahnya. Tapi ternyata,, saya justru jadi mentor pertama yang datang ke sekolah itu --" Saya sms mbak murobbi saya, nggak dibales, mungkin masih di jalan.

Ketika menunggu balasan sms itulah, tiba-tiba ada seorang adek berjilbab unyu yang mendekati saya di parkiran motor, "Assalamualaykum mbak, mbak yang mengisi kajian hari ini ya?"

Nah lho,, saya bingung. "Kajian apa ya dek? Saya taunya yang mentoring itu.."

"Iya mbak, iya ada mentoring. Mari mbak ikut saya ke masjid.."

Ngobrol basa-basi. Perkenalan. Sampai tiba di masjid. Ternyata udah ramai banget adek-adek muslimah yang berkumpul, sekitar 30an orang ada.

"Mari mbak, silahkan masuk. Acaranya bisa kami mulai karna mbak sudah datang.."

Mendadak jadi dapet feeling buruk.....
"Nggak menunggu mentor yang lain dulu dek?"

Si adek dengan polosnya menjawab, "sebelum mentoring kita kan kajian keputrian dulu mbak.. Jadi nanti mbak sasa mengisi kajian dulu saja sambil menunggu teman-teman mbak yang lain."

Lhoh lhoh lhoh -__-" wkwkwk. Jujur saya shock lho waktu itu =,=
Ini pasti harusnya yang ngisi kajian itu mbak murobbi saya, tapi berhubung baru saya yang datang jadi saya yang kena jebakan batman =_= #speechless

Seharusnya biasa aja, kemarin-kemarin juga sempat dimintai tolong untuk mengisi beberapa kajian, termasuk keakhwatan. Tapi masalahnya waktu itu, saya nggak prepare materi apapun untuk kajian. Jangankan media powerpoint atau film pembuka, flashdisk saja nggak bawa. Saya cuma menyiapkan game-game standar perkenalan mentoring. wkwk.

Akhirnya saya bilang, "forumnya dibuka dulu saja dek, tilawah dulu." Sambil berharap nanti mbak murobbi dan rombongan temen-temen sudah sampai di lokasi ketika pembukaan selesai. Tapi ternyata sampai selesai tilawahpun rombongan belum datang juga...

Dan kalimat itupun datang :: ".... kami persilahkan mbak Sasa untuk mengisi kajian di depan.."
Hoho... yasudahlah... the show must go on... yang jelas saya nggak mau tanggungjawab kalau minggu depan jamaah kajiannya jadi bertambah banyak gara-gara saya. 

Sampai di penghujung kajian,, alhamdulillah berjalan cukup lancar dan mendapat respon baik dari adek-adeknya. Banyak yang bertanya, sedikit yang mencoba menjawab dan kurang betul. hehehe. Overall, saya bisa menarik nafas lega ketika panitia memberi saya secarik kertas yang menandakan bahwa seharusnya waktu sudah habis sejak tadi. Oh, maafkan saya adek-adek yang unyu >.<

Agenda berlanjut lagi ke tausyiah singkat dari mbak murobbi saya, kemudian pembagian kelompok, lanjut ke mentoring kelompok kecil. Saat semua rangkaian acara selesai itulah, si adek unyu yang pertama tadi bercerita ke saya kalau kegiatan kajian dan mentoring hari itu adalah yang pertama kali dalam sejarah persilatan di SMA itu,, dan agenda itu memang sengaja diadakan karena kebetulan bulan Ramadhan.. bahkan si adek berkali-kali meminta maaf ke saya karena dia merasa acara yang diselenggarakan jauh dari kelayakan..

subhanallah... saya peluk juga itu si adek.
Tenang saja dek,, saya juga pernah jadi pengelola mentoring, dan saya sadar pasti acara seperti ini akan selalu nggak se-sempurna yang diharapkan.. pukpuk adek sayang... :"")

Saya bersyukurr sekali hari itu.. Sebelumnya saya berharap agar materi yang saya sampaikan di kajian bisa bermanfaat untuk adek-adek itu. Tapi justru sebaliknya, saya yang mendapat banyak sekali pelajaran dari mereka.. Suasana siang itu seperti merefresh ingatan saya yang sudah lampau.. Cerita adek-adek bahkan bisa membangkitkan kembali ghiroh yang sama seperti dulu ketika masih aktif di sekolahan.. :"") yang sayangnya saya dipecat secara dini, hhe.

Perjumpaan siang itu juga sedikit banyak jadi menyadarkan saya,, apa mungkin selama ini tarbiyah hanya terfokus di tempat-tempat strategis atau kota besar,, sehingga daerah-daerah kecil dan terpelosok seperti ini baru tersentuh sekarang..?

Anyway,, jazaakillahu khayr untuk kesempatannya ya adek-adek,, dan juga untuk pelajarannya yang begitu berharga dari adek-adek... :') Semoga siang itu bisa menjadi pembuka yang manis untuk agenda keislaman selanjutnya di SMA kalian.. Dan semoga jamaahnya pekan depan bisa lebih banyak dari yang kemarin, syukur-syukur kalau bisa menularkan semangat mentoring ke SMA-SMA lain di Bantul... allahuma aamiin... :'')

peluk ciumm adek-adek binaan baru yang unyu-unyu... :**
jadi ketemu lagi deh sama adek-adek SMA,, hihi asiiik ^__^

Thursday, April 26, 2012

Serunya Sekolah di SMA Negeri 1 Yogyakarta

Bismillahirrohmanirrohim,

Kehidupan SMA sudah di depan mata, tapi masih galau mau SMA di mana? Di SMA Negeri 1 Yogyakarta aja. Soalnya sekolah yang terkenal dengan nama teladan ini punya begitu banyak acara yang seru. Mulai dari program-progam umum, kesibukan organisasi, lomba di sana-sini, belajar rame-rame, hingga kesibukan dalam hal agama. Sibuk kan? Tapi di situlah serunya. Mungkin kamu sudah sering dengar gossip tentang SMA Teladan ini, mari di bahas satu persatu.

‘Kemana-mana bawa buku, kerjaannya hanya belajar’, Gossip ini mungkin bisa dibilang benar. Masalah bawa buku pelajaran, kami sebagai anak-anak SMA Teladan ini memang suka bawa buku. Tapi bukunya tidak selalu buku pelajaran. Mulai dari catatan kajian rutin, shirah nabawiyah, novel, komik, majalah, hingga buku pelajaran  yang tebal atau buku catatan kegiatan organisasi. Soalnya di SMA ini kegiatan membaca dan berbicara di depan umum memang sudah dibiasakan. Bahkan sering ceramah jumat diisi oleh anak-anak. Tiap sehabis sholat fardhu kecuali shubuh pun juga ada pembacaan hadits di masjid. Masalah kerjaannya hanya belajar, kami memang sibuk belajar. Mulai dari belajar main musik, membuat robot, menulis, adzan, mengaji, ceramah, hingga belajar main futsal dan belajar berorganisasi. Bukan sekedar belajar untuk ulangan hari esok saja.

‘Islami banget, bisa kena paham teroris’, Inilah gossip yang paling keren. Awalnya pujian, diakhiri dengan sangkaan tak berdasar. Tapi inilah yang spesial dari SMA Teladan. Kamu akan menemukan sebuah atmosfer baru hasil perpaduan antara keberagaman, nasionalisme, dan Islam yang bertujuan untuk menciptakan keteladanan. Bahkan dalam hal agama Islam, SMA ini dianggap lebih islami dari muhammadiyah dan pernah mendapatkan julukan SMA Muhammadiyah Negeri 1 Yogyakarta. Setiap dua minggu sekali, biasanya akan ada kajian rutin di aula. Ustadnya pun keren-keren. Selain itu, tiap hari jumat juga akan ada pendampingan yang sebagai sarana diskusi dan menimba ilmu islami. Pokoknya keren deh! Masalah paham teroris, kamu enggak perlu khawatir. Kakak-kakak kelas dan alumni yang menjadi kakak-kakak pendamping InsyaAllah  tidak ada yang teroris. Meskipun sempat ada opini tentang alumni yang menjadi teroris, itu bukanlah hal yang perlu ditakuti, karena alumni tersebut mendapatkan ilmu untuk menjadi teroris bukan dan dari SMA Teladan. Jadi SMA Negeri 1 Yogyakarta insyaAllah bersih dari paham teroris.

‘Enggak seru, tidak ada geng. Kalaupun ada juga adanya geng pencari kajian’, Memang sih, SMA Negeri 1 enggak punya geng yang kerjaannya tawuran. Tapi justru hal ini menjadi incaran 2 kaum lulusan SMP. Yang pertama adalah kaum pelajar idaman yang anti tawuran dan mungkin ingin terhindar dari klithik dan kegiatan ngedrop dari SMA lain. Sedangkan kaum yang satu lagi adalah kaum yang ingin tobat dari rutinitas tawuran masa SMP. Ini fasilitas Teladan yang paling keren. Fasilitas tobat demi masa depan cerah. Masalah ilmu agama bisa ditanyakan dengan guru agama atau kakak kelas yang lebih paham. Atau juga bisa ditanyakan saat pendampingan hari jumat. Selain itu, kamu juga bisa menemui teman-teman pemburu kajian. Itu lho, anak-anak yang suka pergi ke kajian di sana-sini untuk memperdalam ilmua agama. Pokoknya Teladan itu SMA yang keren sekaligus bisa dijadikan tempat tobat.

Nah, mungkin ketiga gossip itulah yang paling sering adik-adik dengar. Sekarang kita akan beralih ke kegiatan harian di Teladan yang seru dan unik.

‘Jualan dari kelas ke kelas’, Sudah menjadi kesibukan tersendiri bagi para Danus (sie Dana Usaha) untuk mencari duit. Biasanya sih, mereka bakal datang ke kelas-kelas untuk berjualan. Mulai dari stiker, jajanan, hingga kaos. Tak ketinggalan pula pin-pin yang keren. Untuk urusan pin, biasanya Danus dari Rohis yang menguasai. Mungkin karena desainnya bagus dan berbau Islami kali ya,

‘Sholat dhuha rame-rame’, Inilah rutinitas harian yang sudah menjadi warisan turun-temurun dari para alumni. Selain kantin, masjid juga menjadi tempat kumpul anak-anak Teladan saat jam istirahat pertama. Biasanya mereka baru pergi ke kantin setelah sholat dhuha atau ngobrol rame-rame di sekitar masjid. Atau bisa juga langsung ke kelas dan menunggu datengnya para Danus.

‘Buka puasa rame-rame dan gratis’, Inilah kegiatan para pecinta puasa. Di Teladan, berpuasa tidaklah menjadi hal yang terlalu berat. Selain banyak temennya, kamu enggak perlu khawatir dengan makanan dan minuman untuk berbuka.
Ini karena angkringan depan sekolah sudah memberi fasilitas super keren, gratis buka puasa untuk hari senin dan kamis. Selain ngirit uang saku, juga bisa dapet pahala pula.

Mungkin hanya ini yang bisa disampaikan oleh selembar kertas. Kalau ada pertanyaan, langsung saja tanya dengan anak-anak Teladan. Selamat memilih SMA ya. TUC, Byureee!

Jazakumullah khoiran katsiro.

~buletin TUC 2012~

Sunday, February 19, 2012

dapatkan satu hal, korbankan hal yang lain. :)

Mengutip kata-kata seorang mbak cantik:
"Tidak ada orang yang bisa mendapatkan semuanya, kalau dia sukses di satu hal, pasti ada hal lain yang dikorbankan"

Dan memang benar, kita harus banyak memilih dalam kehidupan ini..

Huff.. Jujur, akhir-akhir ini banyak yang membuat saya dilema (bahasa gaulnya : galau). Mulai dari jadwal kuliah yang semakin amburadul, jam praktikum yang nggak bisa dihitung lagi dengan jari, tumpukan laporan praktikum yang harus diselesaiin, agenda syuro' yang kedobel-dobel, sampai jam pertemuan mentoringpun yang kadang harus dirapel karna tubrukan dengan jadwal kuliah. Astaghfirullah.. #ini juga seharusnya belajar buat 2 praktikum besok pagi + nyelesaiin rekap suatu tugas negara tapi malah mampir ngeblog -,-

Bukan apa-apa sih, cuma ngerasa kalau hari ini sedang banyaak yang ingin saya tuliskan..

Hari ini seharusnya ada beberapa agenda da'wah(nggak usah saya sebutkan disini), dan udah sejak beberapa hari sebelumnya belum ada yang saya konfirm (karna rencananya ahad siang ada kumpul keluarga besar untuk milad bunda saya)

Sebenarnya sudah berencana mengikuti satu agenda organisasi paginya, tapi mendadak orangtua mengabari kalau nggak jadi kumpul keluarga besar karna ayah ada seminar di jogja. Dan memang tipikal ayah saya lebih suka mengendarai motor daripada mobil, jadilah beliau meminjam motor saya dan meminta saya menemani bunda jalan-jalan hari ini.

Sudah sempat membatin, "duh, terpaksa harus ijin lagi dari agenda" dengan sedikit merasa sesal juga. Tapi,, semua berubah saat negara api menyerang. #hehe bercanda

Semua berubah ketika hari ini selesai, setelah seharian menemani bunda ke tempat-tempat yang ingin beliau kunjungi. Di perjalanan pulang dari tempat touring terakhir, bunda megang tangan saya, trus bilang "bunda seneeeng banget hari ini bisa jalan-jalan berdua sama mbak anis aja.. kayaknya udah lama banget ya nggak jalan berdua kayak gini? makasih ya mbak anis.."

Dan nggak bisa ditahan lagi, air mata saya netes.. Anak macam apa saya, bukankah yang kayak gini itu lebih penting?

Bunda itu memang sudah seharusnya diatas segala-galanya, bahkan di atas da'wah sekalipun!

Mendadak teringat kisah seorang fulan di jaman Rasulullah dulu, kisah seorang fulan yang datang meminta saran kepada Rasulullah tentang keberangkatannya ke medan perang. Waktu itu Beliau SAW kurang lebih berucap "jika kau masih mempunyai seorang ibu, maka pulanglah ke rumah, dan rawatlah dia dengan sebaik-baiknya. Sesungguhnya yang demikian itu lebih baik bagimu"

Ya. Yang demikian itu lebih baik bagimu. Lebih baik bagi kita. Lebih baik bagi akhirat.

Benar-benar telah jelas bahwa berbakti pada orangtua itu harus dinomorsatukan, termasuk diatas nama da'wah sekalipun.

Jadi kenapa masih menyesal jika tidak dapat mengikuti suatu agenda da'wah karna harus menemani orangtua??

Dan jujur, saya bahkan nggak ada rasa menyesal sedikitpun terhadap hari ini. Dan juga terhadap hari-hari sebelumnya, yang mana mendadak harus meninggalkan beberapa urusan di jogja untuk pulang bertemu orangtua. Saya nggak menyesal. Sedikitpun.

Satu azzam kuat saya : nggak boleh ada air mata yang menetes dari mata bunda saya, juga ayah saya. titik.

Mari bahagiakan orangtua kita :D

Friday, February 3, 2012

fastabiqul khoirot!

Bila beban da'wah ini terlalu berat untukmu,
JANGANLAH berdoa agar amanah da'wah ini lepas darimu!

tapi berdoalah agar kamu diberi pundak yang kuat untuk menahan beban.


Bila kamu lelah dalam da'wah ini,
kumpulkan SEMUA semangat
dan yakini bahwa Allah SAYANG padamu!

MAJU dan MAJU TERUS!

hingga kelelahan itu lelah mengejarmu!!

..............

"cengeng kamu sha.
kayak gitu aja udah ngeluh?
kayak gitu udah ngerasa lelah??

CENGENG!

ayo bangkit sha, BANGKIT!!"

.........

"kamu selama ini kemana aja??
kok masih belum ngerti jalan ke surga??

ya inilah jalan kita,
jalanmu, jalanku.
jalan DA'WAH!"

.....

"udah hilangkah kerinduan pada surga itu??
kenapa baru seperti ini saja sudah menyerah??"

...

oke, udah cukup menampar diri sendiri hari ini.
kamu emang udah keterlaluan og sha.
nggak boleh terulang lagi.
awas kalo besok lagi cengeng!
awas kalo besok lagi lemah!!

surga masih sangat jauh shaa,,

dan kamu BELUM punya apa-apa untuk ngeraih itu!!

sadar sha, SADAR!

Tuesday, December 13, 2011

jalan kita satu tujuan..

jalanmu jalanku..

jalan kita satu tujuan..

Allah semata



dan memang benar,
di perjalanan yang sangat panjang ini
terkadang kita butuh menangis,
untuk mengakui betapa lemahnya kita..

dan itulah pertanda untuk berhenti sejenak,
merenungkan apa-apa yang telah terjadi,
dan apa yang harus kita evaluasi..

tapi aku yakin
saat kita jatuh,
kita hanya rebah, bukan roboh..

karna kita pasti akan segera bangkit kembali
dengan barisan yang semakin rapat.. :')

Saturday, December 10, 2011

Katakan padanya, jangan kau ragukan cintaku..

Duhai Rasulullah...

Walau tiada bisa kau rasa sorot cinta kedua mataku untukmu,,

walau tiada bisa kubersamai jiwa-jiwa malaikatmu,,

sama seperti tiada bisa kusertai perang badarmu, ataupun perang-perang besarmu,

tapi kumohon,

jangan kau ragukan cintaku..


Duhai Sang Penggenggam Hujan...

walau tiada sesekali kulihat luka-lukamu atas kami,

darahmu yang mengalir, gigimu yang rompal, segala deritamu untuk kami,,

sekali lagi kumohon,

jangan kau ragukan cintaku padamu..


Ya Allah sampaikan padanya..,

jiwa ini sangat mencintainya,

jiwa ini sangat merinduinya..


Jika tiada kesempatan menemuinya disini,

izinkan kutemui ia di surgaMu yang indah...

seindah kau abadikan namanya dalam firmanMU:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu. (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21)


Bolehkah aku meminta Tuhan?

Catatlah dahulu aku sebagai pengahafal alqur’an,,

walau kata hafidzoh tiada bersanding dengan namaku..


Sekarang ataupun nanti,

aku berjanji akan segera memenuhinya..


Suruh malaikatMU mencatatku sebagai penulis yang rahmatal lil’alamin,

walau nyata masih begitu jauh..


Entah kini ataupun kelak..


Bolehkah aku meminta Tuhan?

Catatlah dahulu taubatku sebelum kumulai maksiat-maksiatku,,

hindarkanlah dulu nerakaMu dariku, sebelum Kau hisab dosa-dosaku..


Terlalukah aku dalam pintaku?

Bukankah Engkau sendiri yang mewahyukan ini?

“Sesungguhnya surga itu mempunyai seratus tingkatan dimana setiap dua tingkat darinya seperti jarak antara langit dan bumi. Dan tingkatan tertingginya adalah Firdaus. Diatasnya terdapat 'Arsy dan ia pertengahan sesuatu (poros) di surga dan darinya sungai-sungai terpancar. Maka apabila kalian meminta kepada Allah maka mintalah FIRDAUS" (hadist riwayat At-Tarmidzi)

Ukhty,, kemana pendar cahayamu? Kami merindukanmu...

Ukhty... banyak sekali sebenarnya masalah akhwat.. Dimanapun harokahnya...

Disaat engkau tak mengambil bagian dari da'wah ini.. Maka akan makin banyak akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor..
Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm... Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah da'wah..

Ukhty..
Disaat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa darimu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu..
tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan... karena mereka sadar.. sadar bahwa kekecewaan adalah hal yang manusiawi, tapi da'wah harus selalu terukir dalam hati..

Ukhty.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. Sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat darimu.. Tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. Mereka memang punya alasan.. Tapi mereka tidak beralasan dalam jalan da'wah.. Untuk Allah.. Demi Allah..

Mereka.. disaat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajud.. Bukan untuk meminta sesuatu.. Tapi mereka menangis.. Curhat pada Allah.. Berharap Allah meringankan amanah mereka.. Mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang yang habis untuk membiayai da'wah...

Ukhty.. sungguh.. da'wah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berda'wah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan…

Da'wah ini berat ukhty.. Da'wah ini bukan sebatas teori.. Tapi pengalaman dan pengamalan... Tak ada kata-kata 'Jadilah..!' maka hal itu akan terjadi.. Yang ada 'Jadilah..!' lalu kau bergerak untuk menjadikannya..
Maka hal itu akan terjadi..
Itulah dakwah... Ilmu yang kau jadikan ia menjadi...

Ukhty.. Jika saudaramu selalu menangis tiap hari.. Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? Meminjam bahumu..? Berkumpul dan berjuang bersama-sama..? Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. Untuk berterima kasih padamu.. Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..

"Ya Allah.. Terimakasih sudah memberi saudari seperjuangan kepadaku.. Demi tegaknya perintah dan larangan-Mu... Kuatkanlah ikatan kami..."

"Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.."

"Ya Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.."

"Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu.. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu.. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu."

"Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah, kabulkanlah.. Dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.."

Kami merindukanmu ukh..

#Senin, 21-11-2011
Renungan kegalauan sehabis ujian.. -,-