Pages

Showing posts with label nggak jelas. Show all posts
Showing posts with label nggak jelas. Show all posts

Thursday, November 7, 2013

Selalu ada Kerandoman bersama Adek

Postingan random tentang kerandoman, boleh diskip saja... ~~

S : Panas nih, cari es yok
L : Es apa?
S : Es batu
L : Nggak usah dicari, itu di halaman depan banyak (maksudnya batu -,-)

L : Kok akhir-akhir ini jarang rapat mbak?
S : Iya, lagi pingin jadi kupu-kupu. Kuliah-pulang-kuliah-pulang
L : Kenapa?
S : Skripsi
L : Oh. Kalo temenku jadi kunang-kunang
S : Apaan?
L : Kuliah-nangis-kuliah-nangis (anak galau jaman sekarang -,-)

L : Temen-temenku pada ke gembiraloka lho mbak
S : Ngapain?
L : Mau pada nyamain wajah sama yang ada di sana

L : Aku sariawan e mbak, gimana ini
S : Yaudah nanti malem juga sembuh kok
L : Kok bisa?
S : Kan kalo malem jadinya saribengi (awan = siang, bengi = malam)

----dan banyak kerandoman lain----

Friday, May 17, 2013

Cemburu dalam batas wajar?


=khususon untuk ikhwan sholeh yang sudah beristri, dan untuk akhwat sholihah secara umum=

Bismillaah....
Mendadak teringat dengan postingan (duluuu banget) seorang mbak berinisial “KR” ,, yang kurang lebih menyarankan kepada para akhwat (lajang) agar tidak berkomen ria dengan ikhwan (yang sudah beristri), untuk menjaga hati sang istri tersebut..

Hmmm.... mulai darimana ya?
Dulu sewaktu pertama kali membaca tulisan mbak KR itu, saya belum menikah, hanya saja memang sudah mendekati hari H pernikahan. Dan pikir saya waktu itu, “memangnya kenapa? Bukannya sudah aman ya kalau si ikhwan itu udah di*tali* pakai ikatan pernikahan?”

Sampai akhirnya saya merasakan sendiri hal tersebut ketika sudah menikah. Ya, perasaan mengganjal yang rasanya tidak semestinya muncul, tapi entah kenapa ganjalannya terasa sekali di hati.

Kurang lebih beberapa lama dari postingan mbak KR itu, saya menikah, dan selang sedikit waktu ada postingan lain yang menguatkan statement mbak KR. Statement itu berasal dari seorang mbak berinisial “FNW” yang mengucapkan permintaan maafnya kepada saya (dan juga kepada beberapa teman akhwat lain) karna beliau telah meremove kami dari friendlist fb suaminya.. kenapa? Cemburu pada kami, kata beliau.

Saya sih nggak masalah, toh saya memang nggak kenal sama suami beliau.. Tapi postingan beliau itu sedikit banyak jadi saya renungkan..

Mbak FNW saja meremove saya (dan teman-teman akhwat yang lain) dari friendlist fb suaminya, padahal saya (waktu itu) berteman dengan suaminya juga hanya sekedar tau dari undangan pernikahan mbak FNW.Saya yang tidak pernah komen ataupun kontak suami beliau sama sekali saja diremove si mbak karena rasa cemburunya, apalagi jika lebih dari itu? Bayangkan jika di wall fb atau di folder message suami justru terpolusi dengan beberapa nama akhwat yang hinggap memberikan pesan.

Meskipun (kasus disini) akhwat-akhwat itu saya tau memang sebagai kawan beliau di organisasi, dan memang murni tidak ada apa-apa *yang khusus* di antara mereka, tapi ternyata rasanya tetap ada yang mengganjal. Saya tau, seharusnya memang tidak ada masalah bukan, jika seorang ikhwan mempunyai beberapa kawan akhwat? Begitu juga sebaliknya? Terlebih jika mereka memang tergabung dalam suatu organisasi tertentu dalam kurun waktu lama, pasti hubungan yang terjalin sudah sangat profesional. Sayangnya, permasalahan akan muncul jika hubungan itu bukan lagi mengenai ikhwan terhadap akhwat banyak (atau mungkin juga akhwat terhadap ikhwan banyak). Permasalahannya muncul ketika hadir orang ketiga dalam komunitas itu, yaitu sang istri (untuk ikhwan) dan sang suami (untuk akhwat).

Ya, orang ketiga ini memang orang baru, bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan relasi yang kalian bangun bertahun-tahun sebelum orang ketiga ini datang. Tapi apa kemudian kehadiran orang ketiga ini tidak berhak mendapat perhatian? :( #mungkin seperti ini ungkapan para istri yang terpendam ~_~

Pertamanya memang terasa biasa saja, saya justru mencoba untuk berkawan juga dengan kawan-kawan suami saya (kawan akhwat lho yaa...) Tapi saya sendiri ternyata termasuk orang yang tidak bisa menutupi rasa cemburu.. :(

Akhirnya, seperti yang terjadi pada mbak FNW, saya merasa cemburu pada mereka. Pada akhwat-akhwat itu. Dan, seperti yang dilakukan oleh mbak FNW pun, saya mengambil keputusan untuk meremove dan bahkan memblock akhwat-akhwat itu dari fb suami saya... (terdengar sangat mengerikan ya.. @__@)

Tapi memang yang terjadi seperti itu...
Bukan bermaksud memutuskan silaturahim, hanya untuk menenangkan hati yang sedang bergejolak cemburu, apakah dilarang?

Ummi mertua pernah berkata bahwa salah satu karakteristik suami yang insyaaLLoh sama seperti abah mertua adalah tentang kesetiaannya yang tidak perlu diragukan lagi. Apakah kemudian tulisan ini mencerminkan jika saya tidak percaya dengan suami? Bukan,,, bukan seperti itu. Saya sangat percaya dengan suami saya, sangat sangat percaya. Ummi mertua bahkan berani menjamin jika beliau sangat terjaga sejak masih di bangku sekolah. Begitupun dengan akhwat-akhwat itu, tentu saja saya percaya pada mereka. Saya hanya tidak percaya pada syaitan yang slalu mencari-cari celah khilaf pada diri masing-masing manusia... Apakah ketakutan saya berlebihan?

Padahal, ketika saya menjumpai kawan ikhwan yang sudah beristri, pasti kemudian yang saya minta adalah nomor kontak si istri itu. Saya melakukan komunikasi dengan istrinya itu, bukan dengan ikhwan itu langsung, sekalipun itu urusan organisasi.. Saya melibatkan istri beliau dalam komunikasi itu, tidak ada khalwat disana. Ataupun kalau memang sangat urgent, kenapa tidak berbicara dalam sebuah grup? Bukankah ada fasilitias itu dimana-mana?

Tapi pada akhirnya memang jika kita tidak bisa mengubah orang lain, yang bisa kita lakukan adalah mengubah cara pandang atau sikap kita dalam memandang masalah itu... Dan itu yang saya lakukan, mencoba menutup mata kalau masih ada akhwat-akhwat yang belum sadar dan berhinggapan di message atau lain sebagainya.. Mungkin (dan semoga tidak terjadi) akhwat-akhwat itu baru bisa mengetahui rasanya ketika mereka mengalami sendiri hal tersebut didalam pernikahan mereka,, mungkin....

Akhir kata,,, kenapa tulisan ini dibuat? Sincerely,,, untuk minta maaf.... :’) . Seperti yang dilakukan mbak FNW, sayapun ingin meminta maaf kepada teman-teman yang sudah secara sengaja saya remove ataupun block dari fb suami saya,, walaupun sekarang sudah saya add-kan kembali. ‘afwan, benar-benar ‘afwan..

Dan untuk yang masih dalam keadaan saya remove dari friendlist suami saya,,,, ‘afwan ya :( saya memang masih dalam tahap pembelajaran dengan perasaan cemburu ini..

Dan untuk teman-teman akhwat yang friend requestnya ke suami saya belum di accept-accept sampai sekarang,,, smoga tulisan ini cukup mewakili perasaan saya :(

= istri yang geje dan cemburu=
Pelarian dari tanggungan menyelesaikan laporan praktikum anatomi dan biokimia~ :’)
#mungkin benar kata Ayaz, saya perlu dikasih stressor dulu supaya bisa menghasilkan tulisan o_o

Friday, July 13, 2012

You can't save me


I guess there's no use
I'm screwing up every little thing I ever try to do
I'm born to lose

God must hate me
cursed me for eternity
God must hate me
maybe you should pray for me
I'm breaking down and you cant save me
I'm stuck in hell and I wanna go home

So what in the world am I suppose to do?
I never did anything to you
So can't you find something else to do?

God must hate me cursed me for eternity
God must hate me maybe you should pray for me
I'm breaking down and you can't save me
I'm stuck in hell and I wanna go home

God must hate me
I wanna go home

You can't save me
God must hate me now
=God Must Hate Me-Simple Plan=

Its about those days when you can't do anything right and you feel like the whole world is against you, or like "God must hate..." you.


I'm born to lose
God must hate me, he cursed me for eternity

Saturday, June 23, 2012

I need some help..

Do you ever feel like breaking down?
Do you ever feel out of place,
Like somehow you just don't belong
And no one understands you?

Do you ever wanna run away?

Do you lock yourself in your room,
With the radio on turned up so loud,
That no one hears you're screaming?

No, you don't know what it's like
When nothing feels all right
You don't know what it's like..
To be like me..

To be hurt,
To feel lost,
To be left out in the dark,,
To be kicked when you're down,,
To feel like you've been pushed around,,
To be on the edge of breaking down,,
And no one's there to save you..

No, you don't know what it's like,,
Welcome to my life..

Do you wanna be somebody else?
Are you stuck inside a world you hate?
Are you sick of everyone around?
With their big fake smiles and stupid lies,
While deep inside you're bleeding..

You don't know what it's like,
what it's like.. to be like me..
=welcome to my life; Simple Plan=


Sometimes I ask myself,, do I need some help?
I cant stand this pain,, I cant make it go away..
Im sick of this life,, I just want to scream..


How could this happen to me.. :(

Saturday, June 9, 2012

Luka


Semua luka akan sembuh, tapi tidak semuanya akan hilang..


Beberapa luka akan menyisakan bekas—tanda bahwa sebuah peristiwa pernah ada. Memang tak ada lagi darah, nanah, daging yang koyak, atau kulit tersayat. Tapi jejak terlanjur terpacak dan manusia biasa tak bisa mengulang waktu untuk kembali ke masa lalu.



Benar, kita bisa melupakan saat-saat kita bersedih dan terluka, tetapi sakitnya tetap akan terkenang; dada yang perih, perasaan yang tak pernah cukup diwakilkan pada kata-kata. Barangkali sudah kering air mata, dan kita tak perlu menangis lagi, tetapi sensasi hangat yang menjalar di tebing pipi kita masih akan tetap terasa: saat-saat di mana kita jadi manusia yang lupa cara bicara.



Lalu pada saatnya kita akan tertidur, barangkali karena kelelahan. Dan ketika kita bangun, entah apa yang terjadi: dada kita sakit seperti baru saja dihantam ladam. Napas kita jadi berat, ada jerit yang menggumpal jadi sesak yang mengganjal di leher kita yang majal.



Sesungguhnya, di sanalah kita ingin sendiri: mengasingkan diri dari kebisingan, mengakrabi ruang-ruang hati milik kita masing-masing. Bukan untuk jadi pengecut: Kita ingin sendiri karena kita menyadari bahwa kita manusia biasa yang mungkin terluka.



Kita hanya ingin sendiri. Sendiri saja. Sesekali menangis tidak apa-apa. :)





Read more: http://www.fahdisme.com/2012/01/luka.html#ixzz1xJN5dKQC

Thursday, January 26, 2012

ada kalanya...

ada kalanya kita seperti kedua mata,
tak pernah berjumpa, tapi slalu sejiwa..
kita menatap ke arah yang sama,
walau berbeda tempat,
bersama mengagumi cahaya bulan
dan berucap subhanallah..

kita menangis bersama,
meski tetap tak berjumpa,
dalam kecewa, sedih, ataupun gembira,
duka dan bahagia,,
dan berucap alhamdulillah..

tapi..
kadang kita perlu menjadi kedua tangan,,
berjumpa dalam membersihkan segala kotor dan noda..

seperti kedua tangan,
berjumpa dalam sedekap shalat,
berjama'ah menghadap Allah..


barangkali, cinta mampu menduga-duga,
sampai dimana rindu mampu melepas sayapnya..

terbang lebih tinggi, atau jatuh dan menyerah di daratan bumi..

Saturday, January 14, 2012

Allah knows..

When you feel all alone in this world
And there’s nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows,, Allah knows..

When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows,, Allah knows..

No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows, Allah knows

And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows,, Allah knows

You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows, Allah knows

Every grain of sand, in every desert land, He knows..
Every shade of palm, every closed hand, He knows..

Every sparkling tear, on every eyelash, He knows..
Every thought I have, and every word I share, He knows..

Allah knows..


Matiku saja untuk-Mu, apalagi hidupku.. :')

Thursday, November 10, 2011

satu rinduku untuk Rasulullah..

Ini tentang kerinduan
yang mungkin tak terbayarkan..

Mungkin karena yang dirindukan enggan bertemu,,
dan yang pasti,
Karena sang perindu yang terlalu malu untuk bertemu..

Sangat berharap bisa bertemu denganmu,
Melihat wajah bercahayamu,
Senyum meneduhkanmu,
Lembut bicaramu,
Dan pendar-pendar syafaat darimu..

Namun, sekali lagi
Sang perindu terlalu malu untuk bertemu
Padahal yang dirindukan belum tentu enggan bertemu..

Adalah setiap maksiat dan dosa yang membuat sang perindu menjadi malu..
Padahal segalanya telah disampaikan dengan indah oleh yang dirindukan..

"Bagaimana mungkin sang perindu mengindahkan perkataan yang dirindukan?"

Mungkin satu jawabnya,
Rindu sang perindu adalah palsu..

Namun, yang ku tahu
Satu senyum yang dirindukan cukup membuat sang perindu berderai air mata..

Bahkan mungkin, kata-kata kerinduan tak akan bisa terucap dari sang perindu..

hanya air mata
yang keluar deras tak tertahan
saat yang dirindukan berpaling padanya dan memanggil..

"Berdirilah bersama disampingku..
Dan minumlah di telaga alkautsar bersamaku.."

Sebuah keinginan sederhana seorang perindu,,
bagian dari doa di bulan penuh berkah
dan bulan dikabulkannya doa-doa..

inspired by: the chosen one by maher zain & yaa rasullullah by raihan ♥

I’ll try to follow your way,,
And do my best to live my life,,
as you taught me,
I pray to be close to you
on that day and see you smile,,
When you see me..
:')

Thursday, March 17, 2011

Jiwa yang Angkuh

wahai jiwa yang angkuh,
bukalah mata hatimu
basuhlah jiwamu dengan kerendahan hati
rangkaikan kata demi kata lewat hati
jangan bersahabat dengan emosi

bukalah matamu
rentangkan sayap-sayap patahmu
lihatlah Ia disana yang kau tinggal menjauh
sementara kau hanya bisa mengeluh dan mengeluh

Dagumu terangkat terlalu tinggi
mungkin oleh bengkak hatimu

Pandanganmu terlampau tajam
ingin menantangNya kah?

Pun suaramu begitu tinggi kawan..
kami mendengarmu, sungguh, wahai gemuruh yang sedang angkuh..

ah, kau begitu angkuh kawan..

mari kembali sebelum jiwamu bernanah..

bagaimana kalau kita bersujud?

menunduk pada Yang Maha Agung..












Bandung, 11 maret 2011
-renungan singkat jiwa yang sedang angkuh

Tuesday, January 18, 2011

no title PART2

rencana sinopsis yang lain -bingung milih ^_^
baca sinopsis yang lain di post sebelumnya
------------------

Cos

Aku menyayangi Tania. Sangat menyayanginya. Cinta? Kurasa tidak. Aku tengah menjalin cinta dengan gadis lain saat itu. Dan Tania – dia terlalu mencintai Sinichi, begitupun sebaliknya. Kupikir persahabatan kami akan terus seperti ini, kami bertiga tak akan terpisahkan.

Sin

Tak ada yang dapat menggantikan posisi Tania di hatiku, kurasa begitupun dengannya. Cinta tak pernah bisa memilih, dan ia memilih tumbuh di dalam persahabatan kami. Aku mencintainya, dan akan melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Tan

Aku bersahabat dengan Sinichi sejak kecil. Aku selalu satu kelas dengannya semenjak bangku sekolah dasar. Entahlah – mungkin ini yang namanya takdir? Sampai suatu saat ia mengajakku terikat tali pertunangan dan akupun mengiyakannya. Inikah namanya cinta? Aku juga tak tahu. Yang aku tidak sadar, bahwa aku juga mencintai Cosqar, bahkan melebihi perasaan cintaku pada Sinichi.

 

Tahukah kau kenapa ini disebut cinta segitiga?

Karena ia memiliki tiga sudut yang saling menyakiti ..

--------kalo ini prolognya gimana?-------

Awal perjumpaan Sin, Cos, dan Tan

 

“Hei, namamu siapa?” seorang gadis menegur Cosqar tiba-tiba.

Cosqar kaget. Gadis itu adalah orang pertama yang mengajaknya berbicara sejak ia pindah rumah kemarin.

"Namaku Tania, kamu siapa?"

Cosqar masih menatapnya bingung. Gadis bernama Tania itu memiliki potongan rambut pendek sebahu dengan poni yang sungguh manis. Dan kini gadis itu menatapnya dengan penuh minat, menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, membuat poninya terlihat semakin menggemaskan.

Gadis itu tersenyum kecil. “Aku nggak akan menggigitmu kok,” mengulurkan tangan, “jadi, apakah kau punya nama?”

Dengan sedikit senyum Cosqar menerima uluran tangannya, “namaku Cosqar, panggil aja Cos.”

Gadis itu membulatkan matanya, kemudian menguatkan genggaman tangannya, dan mengajak Cosqar berlari ke arah bak pasir.

“Sin, Sin, lihat deh,” Tania berteriak kepada kawannya yang sedang sibuk membenahi benteng pasir, masih dengan menyeret Cosqar agar mempercepat larinya. Cosqar heran dengan tingkah gadis ini. Ia melihat dari kejauhan kalau orang yang dipanggil Sin itu hanya acuh terhadap panggilannya dan terus saja mengisi ember kecil dengan pasir, memadatkannnya, untuk kemudian membalikkan ember ke lahan datar. –Voila, istana tadi bertambah lagi satu tingkat.

“Sin, SINICHI, lihat ke arah sini dong, ada yang bagus nih,” Tania nampaknya tak mau kalah saing dengan benteng pasir, berusaha menarik perhatian Sinichi lebih keras.

Sinichi akhirnya menoleh ke sumber suara, pasti si cempreng, menyipitkan mata saat tatapannya menantang matahari. “Mana?”

Tania melompat-lompat kegirangan. "Coba dong kamu cari."

Sinichi mengedarkan pandang ke penjuru taman bermain itu, mencari sesuatu yang kiranya dianggap bagus oleh kawannya tadi. Tapi taman bermain itu sepi, hanya ada permainan-permainan usang yang tak pernah dipakai bermain lagi. “Tania, serius dong, mana sih?”

“Mana? Mana?? Ini lhoo Sin! Ini nih,” Tania mendorong Cosqar maju ke arah Sin.

“Hah? Maksudmu dia?” Ia melotot. “Tapi Tan, dia cuma anak kecil seperti kita, dia kan anak –” Sin memperhatikan Cos dengan lebih teliti, “ – kamu anak baru kan? Kemarin ibuku cerita kalau ada pindahan di perumahan ini. Dari Bandung ya katanya?”

“Iiih, Sin, itu nggak penting. Bukan itu yang ingin aku tunjukin ke kamu. Tapi namanya dia, Sin, namanya dia yang ingin aku pamerin ke kamu,” Tania memotong alur perkenalan yang wajar itu.

“Emangnya ada apa sama namanya?”

“Nama dia Cosqar, Sin, Cosqar! Panggilannya Cos!” mata Tania berbinar bahagia.

“Lalu kenapa, Tania? Kamu bukannya mau ngganti nama dia kan?” Sin mendelik curiga ke kawannya. Kemarin Tania baru saja mengganti nama kucing peliharaan Ami hanya karena kawannya itu nggak suka. Kucing kesayangan Ami yang semula bernama Pinky menjadi Kucing, dan Tania berdaulat nama itu nggak boleh diganti lagi. Tentu saja sang empunya kucing ngambek dan menangis sejadinya.

“Kamu nggak mau ngganti nama Cos menjadi Bandung kan?” tatapan Sin semakin tajam.

Tania termangu. Sementara Cosqar terdiam, ia curiga dengan kebenaran perkataan orang bernama Sinichi tadi, jangan-jangan gadis ini memang berniat memberinya nama baru.

“Eh, emm – lupakan aja deh, aku lupa nih tadi mau bilang apa,” ia  nyengir, memperlihatkan barisan giginya yang putih kecil-kecil. 

Sin menatap Tania dengan bingung, lalu melempar pandang ke Cos. Cos hanya mengangkat bahu.

“Oh, ya, gitu ya, oke deh,” Sin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, “Cos, bantuin aku mendirikan benteng pasir aja sini, pertahananku di sebelah sana belum kuat tuh,” Sin menunjuk bagian benteng yang lebih rendah dari benteng yang lain.

Cosqar menerima tawaran Sinichi setelah lama berdiam diri, ia tak berhasil mencerna kejadian ganjil tadi. “Oke, Sin, sepertinya bagian itu memang masih perlu banyak pasir.”

Sedangkan Tania kecil masih berdiri dalam bingung. Buku yang kubaca kemarin tentang apa sih? Aku yakin kok kalau ada nama Tan, Sin, dan Cos di buku itu. Tapi itu buku apa ya?

“Sin, sepertinya bagian sana harus dibenerin deh, nanti bentengnya jadi miring,” ucapan Cosqar membuyarkan lamunan Tania.

“Oke, aku urus bagian ini, kamu urus bagian kanannya ya, kalau udah jadi jangan lupa kasih bendera diatasnya,” Sinichi melemparkan segenggam bendera kecil ke arah Cosqar.

Tania tersenyum. Ah, tak penting itu buku apa. Setidaknya aku berhasil menemukan teman baru lagi hari ini. "Eh, tunggu dong, aku mau ikutan main, aku kan bosnya."

---------------------------------------------------

aku bingung, banyak scene yang urutannya belum bisa kuurutkan. dan bingung mau makai sinopsis dan prolog yang mana -_-

tolong kasih kritik dan saran yang membangun ya :)

Monday, January 3, 2011

no title

[rencana sinopsis]
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini.
yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya ..

Mungkin ini hanya sebuah kisah persabahatan sederhana. Tentang tiga sahabat semenjak kecil, yang kemudian berjanji untuk tak akan berpisah selamanya. Sayangnya, setiap pertumbuhan selalu dibumbui perubahan.

Barangkali ini tak lebih dari kisah cinta segitiga biasa. Tentang cinta yang tak pernah bisa memilih, tumbuh begitu saja seiring berjalannya waktu.

Ini kisah tentang persahabatan yang nyaris sempurna. Sepotong episode kehidupan yang begitu penuh dengan keinginan saling melengkapi. Kecuali rasa sakit karena cinta itu sendiri.

Tahukah kau kenapa ini disebut cinta segitiga?
Karna ia memiliki tiga sudut yang saling menyakiti ..

[rencana prolog]
nyusul ya ^_^

Thursday, December 30, 2010

Kue Cinta

Bahan Utama:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

Bumbu:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan
mengembang)

Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi
kelezatan.
- Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap “IMAN, HARAP & KASIH” yang telah memiliki sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau orang tua.
- Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas.
- Kue siap dinikmati.

Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat.

Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah” diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.


Selamat mencoba, dijamin halal…! Selamat menikmati… 

Sunday, December 19, 2010

racetho

Ada beberapa hal di dunia ini
yang tak bisa dijelaskan ataupun ditemui
dalam teori-teori yang setiap hari kita pelajari..

Terkadang alam berbahasa lain,
meminta sesuatu di luar teori yang selama ini dibahas

Permintaannya yang hanya pada orang-orang tertentu
membuat tak semua orang dapat memahami ini dengan mudah..

Terkadang benar bagi satu orang
belum tentu benar bagi yang lain;
begitupun dengan salah..

Suatu kesalahan tak selamanya menjadi salah ketika alam yang memintanya..

Salah bagi satu orang
bisa saja benar bagi yang lain..

Terkadang ada hal-hal yang tak sanggup dijelaskan..
tak sanggup..
bahkan sekalipun otak memaksa nalar untuk berkerja..