Pages

Monday, November 29, 2010

PDKT FLP -- Saatnya Bersenang-senang! :D

Mataku terbelalak menatap jam hapeku. Seketika itu aku terbangun. Pukul 06.30. It means, aku kesiangan! Dan ini semua akibat terlalu memaksakan diri untuk menghabiskan malam dengan mesranya bersama elastisitas, gerak harmonis, impuls momentum, dan entah apalagi itu. Yang jelas mereka semua membuatku masih terjaga hingga pukul 2 dini hari, padahal 4 jam setelahnya aku sudah harus menempuh perjalanan ke Parangtritis (walaupun seharusnya acara itu dimulai sejak sabtu pagi, tapi berhubung aku sedang masa UAS, maka aku menyusul di ahad paginya). Bersyukur waktu itu aku memang sedang berhalangan untuk shalat.

Langsung ku menuju kamar mandi, membersihkan badan dengan tak berlama-lama, lalu segera memilih pakaian yang kurasa pantas kukenakan dalam momen ini. Pilihan akhirnya jatuh pada rok merah muda lembut dan pakaian berlengan panjang berwarna perpaduan putih dan merah muda, dengan jilbab putih polos yang kupanjangkan hingga bagian belakangnya menyentuh pinggangku. Hmm, sederhana seperti biasanya.

Setelah selesai, kupacu motorku menuju kos seorang temanku, Hanif.
Tak perlu lama kuhentikan motorku, ia telah siap didepan gerbang dengan jilbab hitamnya yang melambai.

Waktu menunjukkan pukul 07.20 saat kami melaju ke arah Parangtritis, padahal momen spesial itu dimulai pukul 07.30 tepat, dengan lama perjalanan 1,5 jam. Sedikit takut akan terlambat (dan sudah tak diragukan lagi akan terlambat) kupacu motorku lebih cepat.

80 km/jam, masih baik-baik saja. Jalanan juga masih sepi. Jadi apa salahnya bila kupacu lagi?

100 km/jam, sedikit takut juga dengan kecepatan motorku ini, tapi bukannya mengurangi kecepatan, aku hanya berusaha menjaga kestabilan motorku masih dengan kecepatan gila tersebut.

Melebihi 100 km/jam, Hanif sampai harus memegangi helm standarku. Betul-betul kecepatan yang membuatku sendiri keder.

Pukul 07.45 kami telah sampai di penginapan Yu Djum, tempat dimana acara itu terlaksana. Aku menghela nafas lega sembari berucap "Subhanallah" berulang kali di dalam hatiku. Perjalanan yang hebat, seakan lebih takut ketinggalan momen ini daripada takut kepada maut yang mungkin saja sudah membayang.

Aku segera memarkir motorku kemudian bergabung dengan teman-teman yang lain di sebuah ruangan terbuka, dimana seorang trainer tampak sedang menjelaskan beberapa hal mengenai dunia kepenulisan.
Ya, inilah dunia kami.
Dan disinilah kami semua,
bersiap memperoleh berbagai siraman ilmu mengenai dunia kepenulisan,
dalam suatu wadah organisasi bernama Forum Lingkar Pena.

Forum kepenulisan pagi ini diisi dengan sesi-sesi yang begitu menarik,
tak lupa kita diminta untuk membuat suatu karya dalam setiap sesi,
dan begitu seterusnya hingga semua sesi selesai.

Ba'da dzuhur kami kembali dikumpulkan di ruangan tadi.
Kami diacak dan dipecah dalam 3 kelompok, ikhwan dan akhwat bercampur.
Dengan kelompok tersebut, kami diminta untuk saling menceritakan tentang kata-kata motivasi dalam hidup kami, untuk kemudian dirangkum dalam satu kertas,
 
 
selanjutnya kami diminta untuk membuat suatu games yang nantinya akan dipertunjukkan ke kelompok lain.

Iseng kutawarkan games "bintang-bintang",
sebuah games yang kudapat dari anak Korea saat sekolahku mengadakan Pertukaran Budaya Indonesia-Korea.
Tak disangka, kelompokku (yang rata-rata merupakan anak kuliah) merespon positif ideku itu.

Kami mulai mempraktekkan games ini.
Butuh konsentrasi penuh dan nafas yang panjang untuk terus menyanyikan lagunya. Memang kelihatan susah awalnya bagi mereka, tapi rupanya mereka begitu menikmatinya sehingga kami terus terlarut untuk memainkannya dengan nyanyian yang semakin lama semakin cepat dan keras, disaat kelompok lain masih berdiskusi dengan tenangnya.

Kami terus bernyanyi berderai tawa, tak henti-hentinya mengulang permainan itu seakan tak ada batasan waktu yang diberikan. Satu kesalahan yang terjadi akan berimbas pada sekian menit tawa lantang kami. Spontan. Keras. Menertawakan kebodohan kami sendiri. Aku bersyukur terpikir ide tentang permainan ini, aku bersyukur bisa mencairkan suasana kaku diantara kami.

 
Saat akhirnya tiba di penghujung acara,
kami tau semua kebersamaan ini tak hanya berhenti di acara ini.
Ini barulah awal kebersamaan kami,
masih panjang jalan yang akan kami tempuh bersama.

Dengan suatu tekad pasti untuk berdakwah,
untuk menulis dan terus berkarya,
dalam jalinan ukhuwah indah ini 

ah,, I DO LOVE THIS FAMILY SO MUCH... :D





-kisah ini terjadi pada tanggal 6 desember 2009 lalu. Dan kini, sebagai sie acara PDKT FLP 2010, akan kubuat PDKT yang lebih berkesan bagi keluarga kami nanti, agar mereka merasakan kehangatan FLP sama seperti yang kurasakan dulu.. :)

Friday, November 19, 2010

Perjalanan menuju INaYS 2010 -- pasti ada pelangi setelah hujan :)

Kali ini aku mau cerita tentang perjalananku di INaYS (Indonesian Young Scientist competition), sebuah lomba yang kuikuti hanya dengan membuat laporan ilmiah selama 7jam tanpa studi banding sebelumnya tetapi menghasilkan Medali Emas.

Banyak temen-temen, juga adek-adek kelas, yang berkali-kali nanya gimana kok aku bisa dapet medali emas INaYs.
Well, i think it just a luck.
Ini serius, aku bahkan bener-bener nggak niat pas ngerjain karya ilmiahnya.
Mungkin kesannya aku sombong atau ngremehin banget, tapi aku bersikap kayak gini karna sebelumnya masih shock gara-gara karyaku nggak lolos seleksi OPSI (olimpiade penelitian siswa indonesia) padahal karyaku itu sebelumnya dapet Juara 1 di Lomba Karya Ilmiah Siswa (LKIS) Yogyakarta.

Dan yang lebih membuatku kaget, rivalku yang Juara 2 di LKIS tersebut justru malah lolos di seleksi OPSI. hua hua hua :(

Bener-bener ngerasa down b-a-n-g-e-t pas itu, dan berniat nggak mau ikut-ikut lomba dulu di masa kelas 3 ini.

Tapi ternyata oh ternyata, pembimbingku (Mas Zae) secara sepihak mendaftarkanku ke INaYS, padahal aku sendiri nggak tau mau neliti apa buat kuajuin ke lomba ini (tragis banget). Kemudian aku berdiskusi dengan beberapa kakak kelas dan mempertimbangkan tentang biaya pendaftaran INaYS yang tidak sedikit, dan akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti lomba ini.

Singkat cerita, tema penelitian telah kutentukan (Virtualizing Gamelan) dan partner sekelompok juga telah kupilih (Ninda dan dek Yayak).

Namun seperti yang telah kuceritakan sebelumnya, aku bener-bener nggak niat mau ikut lomba penelitian lagi.
Jadi selama proses pengerjaan, sewaktu Mas Zae sering menyuruh peserta INaYS dari Yogyakarta untuk lembur mengerjakan karya tulis di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DIY, aku nggak pernah datang ke sana. Sama sekali.

Akhirnya deadline pengumpulan karya tulis semakin dekat. Mas Zae semakin sering menghubungiku untuk menyuruhku datang ke Dinas. Pada hari-H deadline pengumpulan karya, karna nggak tega sama beliau, akhirnya aku datang juga ke Dinas. Sendirian. Karna teman sekelompokku bahkan nggak bisa kuhubungi sama sekali.

Aku datang ke Dinas sekitar jam 3 sore, mengerjakan karya tulis berbahasa inggris sampai jam 10 malam, lalu memberikan soft file-nya ke Mas Zae, dan beliau yang mengeprint, memfotocopy, serta menjilidnya.
Done.
Cuma seperti itu.

Dan, tralalaa, beberapa minggu kemudian aku mendapat telepon dari Mas Zae bahwa karyaku lolos menjadi finalis dan termasuk 1 dari 3 karya yang mewakili Yogyakarta dalam INaYS 2010 (woot).

Shock banget dan nggak nyangka sama sekali (haha).
Akhirnya aku dan peserta lainnya berangkat ke Bandung buat presentasi final.
Of course aku sendiri nggak begitu berharap bisa mendapat medali, karna bahkan software yang kulombakan dalam INaYS baru kami kerjakan pada saat di Bandung, H-2hari sebelum presentasi.

Setelah presentasi, kami menunggu hasil keputusan juri dengan harap-harap-cemas, ditemani oleh Mas Zae, Pak Singgih, Pak Rizki, dan Mbak Titik (cozy).
Dan, hasilnya seperti yang udah aku sebutkan sebelumnya.
Karya kami mendapat Medali Emas dan berhak maju ke lomba ICYS (International Conference of Young Scientist) yang digelar besok Mei 2011 di Rusia.





Masih nggak nyangka aja sampai sekarang.
Padahal karya untuk OPSI, yang udah kusiapkan sejak awal masuk kelas 2 SMA, nggak lolos sebagai finalis,
tapi karya untuk INaYS yang hanya kukerjakan selama 7jam bisa lolos dan bahkan mendapat medali emas (woot)

Satu kesimpulan yang bisa aku tarik,
selalu ada hujan dan petir didalam hidup, tapi jangan khawatir, ada pelangi yang siap muncul setelahnya :)